Dari Arang ke LPG, PKM Unsri Transformasi Pengrajin Besi dengan Teknologi Bersih Artikel ini telah tayang di Sripoku.com dengan judul Dari Arang ke LPG, PKM Unsri Transformasi Pengrajin Besi dengan Teknologi Bersih, https://palembang.tribunnews.com/metr
Program inovatif ini memperkenalkan teknologi tungku berbasis LPG dan edukasi mendalam mengenai pengelolaan sampah logam.
Kegiatan PKM yang dilaksanakan pada 4 November 2025 ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Restu Juniah, MT dan didukung penuh oleh Kepala Desa Limbang Jaya 2, Yunarni A. Md.
Prof. Restu menjelaskan bahwa peningkatan jumlah sampah, terutama sampah logam, menjadi ancaman serius bagi lingkungan.
Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024 mencatat komposisi sampah logam nasional sebesar 3,45 persen, sementara di Sumatera Selatan mencapai 1,88 persen.
“Minimnya pemilahan sampah dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap limbah menjadi tantangan utama. Banyak yang belum memahami dampak limbah logam yang tidak mudah terurai dan dapat mencemari lingkungan,” kata Prof. Restu, Senin (24/11/2025).
Ia menuturkan bahwa para pengrajin besi di Desa Limbang Jaya 2 sebelumnya belum pernah mendapatkan edukasi mengenai lingkungan bersih, pengelolaan sampah logam, maupun penggunaan energi alternatif ramah lingkungan.
Padahal, sebagian besar dari mereka masih menggunakan arang sebagai bahan bakar, yang berpotensi menimbulkan emisi tinggi dan berdampak pada kesehatan.
Maka, melalui PKM yang telah dilaksanakan pada 4 November 2025, tim Unsri memperkenalkan penggunaan energi bersih seperti LPG sebagai alternatif yang lebih efisien dan aman.
Tim juga memberikan pelatihan praktik serta demonstrasi penggunaan tungku berbasis LPG yang dirancang dengan prinsip teknik termal dan efisiensi energi.
Kegiatan ini melibatkan banyak akademisi lintas bidang, antara lain Prof. Dr. Ir. HM. Taufik Toha, DEA; Prof. Dipl.-Ing. Ir. Amrifan Saladin Mohruni, Ph.D; Dr. Drs. Ardiyan Saptawan, M.Si; Drs. Syaifudin Zakir, M.Sc; Imam Purwadi, S.T., M.Sc., Ph.D; Ferdian Budi Ar Rouf, S.Geo., M.T; Erwedi, S.T., M.T; Qurratul Ayun, M.T.; dan Prof. Dr. Ir. Hj. Sri Haryati, DEA, IPU. Sejumlah mahasiswa juga turut terlibat mulai dari perakitan alat hingga implementasi di lapangan.
“Mereka bekerja bersama para pengrajin sebagai mitra aktif agar teknologi dan edukasi yang diberikan dapat langsung diterapkan,” ujarnya.
Program ini juga mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), seperti Pendidikan Berkualitas, Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab, Penanganan Perubahan Iklim, serta Ekosistem Daratan.
Selain itu, PKM ini memenuhi aspek Diktisaintek berdampak karena menghasilkan inovasi berbasis keilmuan, memberikan dampak langsung bagi peningkatan produksi dan kualitas lingkungan, serta memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Berita Terbaru
