Langsung ke konten utama
FP Unsri Latih UMKM Bunda Mirna Olah Cookies dan Telur Gabus Berbasis Tepung Beras

Pengabdian

FP Unsri Latih UMKM Bunda Mirna Olah Cookies dan Telur Gabus Berbasis Tepung Beras

Tim LPPM 4
SDG 22Tanpa KelaparanSDG 88Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan pengolahan produk pangan berbahan dasar tepung beras bagi UMKM Bunda Mirna di Desa Beti, Kabupaten Ogan Ilir. Pelatihan yang dilaksanakan pada September 2026 ini berfokus pada pembuatan cookies dan kue telur gabus sebagai upaya mengembangkan inovasi produk pangan lokal.

Kegiatan tersebut bertujuan membantu UMKM mengembangkan variasi produk pangan rendah gluten sekaligus meningkatkan nilai tambah bahan pangan lokal. Selama ini, UMKM Bunda Mirna lebih banyak memanfaatkan tepung mocaf dalam pengembangan produk rendah gluten. Melalui pelatihan ini, mitra diperkenalkan pada tepung beras sebagai alternatif bahan baku untuk menghasilkan produk olahan yang lebih beragam.

Ketua tim pengabdian, Citra Pratiwi Prayitno, S.TP., M.Sc., menjelaskan bahwa penggunaan tepung beras diharapkan dapat memperluas pilihan bahan baku bagi UMKM Bunda Mirna. Dengan demikian, pengembangan produk rendah gluten tidak hanya bergantung pada tepung mocaf, tetapi juga dapat memanfaatkan potensi tepung beras.

Menurutnya, tepung beras memiliki peluang untuk diolah menjadi berbagai jenis produk pangan. Pemanfaatan bahan tersebut juga mendukung diversifikasi pangan dan memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk menciptakan produk baru.

Anggota tim pengabdian, Citra Defira, M.Si., menambahkan bahwa pengolahan tepung beras menjadi produk pangan membutuhkan formulasi dan teknik yang sesuai. Hal tersebut berpengaruh terhadap karakteristik akhir produk, seperti tekstur, rasa, warna, aroma, hingga daya simpannya.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian tidak hanya memberikan penjelasan secara teori, tetapi juga melibatkan peserta dalam praktik pengolahan secara langsung.

Peserta terlebih dahulu memperoleh materi mengenai potensi tepung beras sebagai bahan diversifikasi pangan rendah gluten, karakteristik bahan baku, serta prinsip dasar pembuatan cookies dan telur gabus. Setelah penyampaian materi, peserta kemudian mempraktikkan tahapan pembuatan kedua produk tersebut.

Antusiasme pelaku UMKM terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti pemaparan materi dan terlibat dalam setiap tahapan praktik, mulai dari mempersiapkan bahan hingga menghasilkan produk yang siap dikemas.

Melalui pelatihan ini, UMKM Bunda Mirna diharapkan dapat mengembangkan lebih banyak variasi produk, meningkatkan kualitas hasil olahan, serta menghasilkan pangan yang memiliki daya tarik dan nilai jual lebih tinggi.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi Fakultas Pertanian Unsri dalam mendukung pengembangan UMKM melalui inovasi teknologi pengolahan pangan dan pemanfaatan bahan baku lokal di Kabupaten Ogan Ilir.

Bagikan

Logo Universitas Sriwijaya
LPPM

Universitas Sriwijaya

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya

Tautan Cepat

Tautan Lainnya

Ikuti Kami

Informasi kontak belum tersedia

© 2026 LPPM Universitas Sriwijaya. Hak cipta dilindungi.