Mahasiswa Unsri Kembangkan Aplikasi Ado Lokak untuk Fasilitasi Bimbingan Karier dan Studi Lanjut Siswa SMA di Ogan Ilir
Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) mengembangkan inovasi teknologi melalui aplikasi bernama Ado Lokak sebagai sarana bimbingan karier dan informasi studi lanjut bagi siswa sekolah menengah atas. Aplikasi berbasis mobile web ini dirancang untuk memberikan akses gratis terhadap berbagai informasi pendidikan dan pekerjaan, dengan sasaran utama siswa SMA Negeri 3 Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Pengembangan Ado Lokak merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Unsri. Program ini berangkat dari permasalahan yang ditemukan tim mahasiswa, yaitu masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menentukan arah pendidikan dan karier setelah lulus sekolah. Keterbatasan akses terhadap informasi yang tervalidasi serta minimnya pendampingan mengenai pilihan studi lanjut dan prospek pekerjaan menjadi salah satu alasan dikembangkannya platform tersebut.
Tim pengembang Ado Lokak berada di bawah bimbingan Novia Kencana, S.I.P., M.P.A., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya. Tim ini dipimpin oleh Deliano Mandala Putra dengan empat anggota, yaitu M. Adil Afriansyah, Alvaro Putra Prasetya, Naura Qanita Illahiya Azla, dan Merliza Ananta.
Gagasan yang diusung tim berhasil memperoleh pendanaan melalui seleksi nasional Program Kreativitas Mahasiswa. Setelah dinyatakan lolos pendanaan, tim mulai mempersiapkan pelaksanaan dan realisasi program bersama sekolah sasaran.
Ado Lokak memiliki tiga layanan utama yang dirancang untuk membantu siswa memperoleh informasi dan pendampingan terkait masa depan mereka.
Fitur pertama adalah pembaruan lowongan kerja dan panduan karier. Layanan ini menyediakan informasi mengenai kesempatan kerja serta panduan dalam membangun dan mengembangkan karier yang diperbarui secara berkala.
Fitur kedua berupa direktori perguruan tinggi yang menyajikan informasi mengenai berbagai pilihan institusi pendidikan tinggi dan program studi. Informasi tersebut mencakup perguruan tinggi, akademi, hingga politeknik sehingga siswa dapat mengenali alternatif pendidikan setelah menyelesaikan jenjang SMA.
Fitur ketiga adalah konsultasi karier daring. Melalui layanan ini, siswa dapat berinteraksi secara langsung dengan konselor karier untuk memperoleh arahan yang disesuaikan dengan minat, bakat, dan kemampuan masing-masing.
Selain ketiga layanan tersebut, platform Ado Lokak juga mengintegrasikan informasi beasiswa, lowongan pekerjaan, dan agenda kampus dalam satu tempat. Integrasi ini diharapkan memudahkan siswa memperoleh informasi yang relevan tanpa harus mencarinya dari berbagai sumber secara terpisah.
Tim pengembang menjelaskan bahwa aplikasi ini bertujuan mendorong siswa agar lebih aktif dan terarah dalam merencanakan masa depan. Dengan tersedianya informasi dalam satu platform, siswa diharapkan dapat mengurangi kesulitan dalam mencari referensi pendidikan dan karier yang dapat dipercaya.
Inisiatif mahasiswa Unsri tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala SMA Negeri 3 Tanjung Raja, Sutarno, S.Pd., menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program dan kesiapan sekolah untuk bekerja sama dengan tim PKM-PM Unsri.
Pihak sekolah juga memberikan kesempatan kepada tim mahasiswa untuk mendampingi siswa-siswi selama delapan minggu ke depan. Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya penerapan Ado Lokak agar manfaat aplikasi dapat dirasakan secara langsung oleh para siswa.
Melalui pengembangan Ado Lokak, mahasiswa Unsri berupaya memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses informasi pendidikan dan karier sekaligus membantu siswa mempersiapkan pilihan masa depan secara lebih terencana.
Berita Terbaru
Upacara Peringatan Dies Natalis ke-66 Universitas Sriwijaya
Tim PKM Unsri Lakukan Pendampingan ke UMKM Jumputan Desa Ulak Bedil
Unsri Edukasi Masyarakat Desa Tanjung Enim dan Kembangkan Aplikasi EDUMAL untuk Dukung Eliminasi Malaria
Universitas Sriwijaya melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, pada 2024 untuk mendukung eliminasi malaria di Sumatera Selatan. Program ini mencakup edukasi kesehatan, pelatihan pencegahan dan pengendalian malaria, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan aplikasi mobile EDUMAL sebagai sarana edukasi. Kegiatan melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan sebagai mitra.
