Penguatan Citizen Diplomacy Berbasis Masyarakat Transmigran Desa Mulya Sari melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat Tim Dosen HI Universitas Sriwijaya
Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyelenggarakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Skema Berbasis Masyarakat Tahun 2026 di Desa Mulya Sari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sabtu (29/8).
Mengangkat tema “Citizen Diplomacy Berbasis Komunitas Transmigran”, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat Desa Mulya Sari agar mampu berperan sebagai “duta informal” Indonesia dalam memperkenalkan potensi dan identitas lokal kepada masyarakat yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 35 warga Desa Mulya Sari dan menghadirkan I Kadek Andre Nuaba, S.Kom., M.Sos. sebagai pemateri. Kegiatan turut dihadiri Kepala Desa Mulya Sari, Sri Widodo, tim dosen Pengmas FISIP Universitas Sriwijaya, serta mahasiswa yang turut mendukung kelancaran penyelenggaraan kegiatan.
Kepala Desa Dorong Penguatan Literasi Digital Masyarakat
Acara dimulai dengan sambutan yang diberikan oleh, Kepala Desa Mulya Sari, Sri Widodo, menyampaikan bahwa Desa Mulya Sari telah mengalami berbagai perkembangan, khususnya dalam pemanfaatan potensi pertanian yang dimiliki masyarakat.
Menurutnya, peningkatan kecakapan digital menjadi semakin penting seiring dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat di era global. Teknologi digital telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai informasi dan layanan, mulai dari memperoleh informasi terkait kebutuhan pertanian, mengakses situs resmi pemerintah, hingga membangun komunikasi antarmasyarakat.
Penguatan literasi digital tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi masyarakat Desa Mulya Sari untuk memanfaatkan teknologi tidak hanya sebagai sarana memperoleh informasi, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas.
Teknologi Digital Membuka Ruang Diplomasi Warga
Sebagai bagian penting pengenalan tentang bteknologi digital dalam pemaparan materi dari I Kadek Andre Nuaba M.Sos, ia menekankan bahwa teknologi digital tidak hanya menjadi instrumen komunikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembangunan desa sekaligus media untuk memperkenalkan identitas dan potensi lokal kepada khalayak yang lebih luas. Melalui pendekatan citizen diplomacy, masyarakat memiliki ruang yang semakin terbuka untuk berkontribusi dalam memperkenalkan Indonesia. Diplomasi tidak lagi semata-mata berlangsung melalui aktor dan institusi formal negara, tetapi juga dapat dilakukan oleh masyarakat melalui aktivitas sehari-hari, termasuk melalui produksi dan distribusi informasi di ruang digital.
“Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan seluruh informasi mengenai desa, mulai dari potensi, nilai, tradisi, kuliner, pariwisata, bahasa, hingga sejarah, untuk kemudian menemukan keunikan yang dapat diangkat sebagai identitas desa,” demikian inti materi yang disampaikan dalam sesi tersebut.
Pendekatan tersebut sekaligus memperkenalkan masyarakat pada konsep soft power, yaitu kemampuan membangun daya tarik melalui identitas, budaya, nilai, dan potensi yang dimiliki. Dalam konteks desa, penguatan identitas lokal dapat menjadi modal penting untuk membangun citra positif sekaligus membuka peluang ekonomi melalui promosi potensi daerah.
Generasi Muda sebagai Penggerak Promosi Desa
Penguatan peran masyarakat dalam citizen diplomacy juga membutuhkan keterlibatan generasi muda, tokoh masyarakat, serta perangkat desa sebagai penggerak utama. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada proses pengembangan konten secara bertahap, mulai dari penyusunan konsep, penulisan naskah (scripting), pengeditan, hingga evaluasi. Produk akhirnya dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti video, audio, maupun materi promosi bagi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa.
Kolaborasi antara masyarakat dan generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun strategi komunikasi desa di era digital. Dengan kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan teknologi dan pengetahuan masyarakat mengenai potensi lokal, Desa Mulya Sari memiliki modal sosial untuk mengembangkan narasi desa yang autentik dan menarik.
Dalam penyelenggaraan kegiatan ini, mahasiswa turut memberikan dukungan administratif guna memastikan proses persiapan dan pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi sivitas akademika dalam mendukung pelaksanaan Pengmas FISIP Universitas Sriwijaya.
Unsri Perkuat Literasi Digital dan Diplomasi Publik Berbasis Komunitas
Kegiatan di Desa Mulya Sari merupakan bagian dari rangkaian Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya Tahun 2026 dengan Desa Mulya Sari sebagai salah satu lokasi mitra. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Unsri dalam mendampingi masyarakat desa transmigran untuk memperkuat literasi digital dan partisipasi masyarakat dalam diplomasi publik berbasis komunitas. Melalui kegiatan tersebut, pengabdian perguruan tinggi tidak hanya diarahkan pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengidentifikasi, mengemas, dan mengomunikasikan potensi yang mereka miliki.
Desa Mulya Sari dengan demikian tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat program, tetapi juga sebagai aktor yang memiliki kapasitas untuk memproduksi dan menyebarluaskan narasi mengenai dirinya sendiri.
Ke depan, penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya ekosistem promosi desa berbasis masyarakat yang memanfaatkan teknologi digital secara kreatif dan produktif. Inisiatif ini sekaligus membuka ruang bagi masyarakat desa untuk mengambil bagian dalam praktik diplomasi publik Indonesia dari tingkat yang paling dekat dengan masyarakat, yaitu komunitas dan desa.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya, dengan susunan tim sebagai berikut: Syuryansyah, S.IP., M.H.I. (Ketua), I Kadek Andre Nuaba, S.Kom., M.Sos., Larasati, M.A., Ahmad Mujaddid Fachrurreza, M.A., Ilal Ilham, S.Pd., M.Sos., Januar Eko Aryansah, S.IP., S.H., M.Si., Zhillan Zhalila Fahlevi, M.A. (Anggota). (Syuryansyah)
Berita Terbaru
Tim PKM Unsri Lakukan Pendampingan ke UMKM Jumputan Desa Ulak Bedil
Unsri Edukasi Masyarakat Desa Tanjung Enim dan Kembangkan Aplikasi EDUMAL untuk Dukung Eliminasi Malaria
Universitas Sriwijaya melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, pada 2024 untuk mendukung eliminasi malaria di Sumatera Selatan. Program ini mencakup edukasi kesehatan, pelatihan pencegahan dan pengendalian malaria, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan aplikasi mobile EDUMAL sebagai sarana edukasi. Kegiatan melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan sebagai mitra.
