Langsung ke konten utama
Program KKN Tematek Unsri : Manfaatkan Enceng Gondok Sejaro Sakti Untuk Pakan Itik Pegagan

KKN

Program KKN Tematek Unsri : Manfaatkan Enceng Gondok Sejaro Sakti Untuk Pakan Itik Pegagan

Tim LPPM 2

USAHA peternakan merupakan usaha sampingan yang membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Usaha ternak itik banyak terdapat di Desa Sejaro Sakti, umumnya pemeliharaannya masih bersifat tradisional. Pengalaman beternak diproleh dari turun temurun, biasanya ternak dipelihara dengan melepas pada siang hari dan mengandangkannya pada malam hari.

Kegiatan pengabdian  yang akan dilaksanakan di Desa Sejaro Sakti, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Peningkatan produksi hasil peternakan berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga petani / peternak.  Aspek - aspek tersebut akan menunjang terwujudnya masyarakat desa yang swasembada pangan atau desa berkedaulatan pangan. Salah satu bentuk kepedulian Unsri terhadap kemajuan desa tersebut yaitu, dengan pengabdian masyarakat program KKN tematik

Tujuan yang ingin dicapai dari KKN tematik adalah: 1.  Meningkatkan keterampilan peternak itik dalam hal pemilihan ternak itik Pegagan yang baik. 2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak itik menyusun ransum berbasis bahan pakan lokal. Program ini merupakan program strategis jangka panjang yang melibatkan Unsri (dosen dan mahasiswa) dan kelompok masyarakat sebagai subjek program.

Adapun salah satu materi penyuluhan dan demontrasi meliputi  budidaya itik pada budidaya itik materi penyuluhan yang meliputi pembuatan pakan alternative  Itik Pegagan dari eceng gondok. Eceng gondok banyak terdapat di Desa Sejaro Sakti dikarenakan wilayah desa tersebut memiliki lahan rawa. Eceng gondok akan diolah menjadi silase.  Keberadaan enceng gondok sebagai gulma air, banyak menimbulkan masalah. 

Proses pembuataan silase memakan waktu inkubasi selama 12-14 hari dengan perlakuan an aerob. Pembuatan silase pakan komplit sendiri cukup mudah, pertama tama, enceng gondok ditiriskan sekurang kurangnya sehari semalam, sebelum kemudian dicacah. Selanjutnya dilakukan pencampuran dengan komposisi dua enceng gondok dengan satu dedak padi. Jadi kalau enceng gondoknya 100 kg, dedak padinya 50 kilogram. Konsentrat ini memiliki kandungan protein sekurang- kurangnya 13 persen. Selain itu juga ditambah tetes tebu sekitar 1% – 2%. Silase enceng gondok ini memiliki beberapa keunggulan lainnya yakni murah, bahan baku mudah didapat, dapat disimpan sebagai cadangan pakan dalam waktu yang cukup lama, mudah pemberiannya sekaligus menghemat tenaga. 

Bagikan

Logo Universitas Sriwijaya
LPPM

Universitas Sriwijaya

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya

Tautan Cepat

Tautan Lainnya

Ikuti Kami

Informasi kontak belum tersedia

© 2026 LPPM Universitas Sriwijaya. Hak cipta dilindungi.