Langsung ke konten utama
Sejumlah dosen Unsri Palembang edukasi pertanian perkotaan di komplek perumahan

Pengabdian

Sejumlah dosen Unsri Palembang edukasi pertanian perkotaan di komplek perumahan

Tim LPPM 1
SDG 22Tanpa KelaparanSDG 1111Kota dan Permukiman yang BerkelanjutanSDG 1212Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Kembali ke Berita0 kali dibaca

Dosen yang melakukan kegiatan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat itu dipimpin Ketua Prof Ir H. Benyamin Lakitan MSc PhD dengan anggota Dr.Ir.Andi Wijaya MSc, Ir Siti Nurul Aidilfitri MSi, dan Fitra Gustiar SP MSi.
Kegiatan tersebut dihadiri puluhan masyarakat umum, ibu-ibu perumahan sekitar kawasan Jakabaring, dan mahasiswa Fakultas Pertanian Unsri Palembang.
Dosen Unsri Prof Benyamin pada kesempatan itu mengenalkan pengembangan optimalisasi lahan perkarangan yang sempit untuk kegiatan pertanian perkotaan (urban farming) kepada masyarakat di Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan itu guna meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dengan pola tiga kegiatan dalam satu petak lahan (3 in 1).
Optimalisasi lahan perkarangan "3 in 1' merupakan teknologi budidaya sayuran dan ikan untuk sumber vitamin serta protein tambahan bagi masyarakat urban dengan lahan terbatas.

"Perkembangan pembangunan di Palembang mengakibatkan lahan untuk budidaya pertanian semakin terbatas, oleh karena itu perlu disiasati dengan pengembangan kegiatan optimalisasi lahan untuk pertanian perkotaan (urban farming)," ujar dosen yang pernah menjadi Sekretaris Kementerian Ristek pada 2007 itu.
Lahan perkotaan yang luasnya terus berkurang dampak pesatnya pembangunan gedung untuk berbagai aktivitas, perlu disiasati dengan mengoptimalkan lahan yang ada membuat beberapa kegiatan di satu petak lahan.
Lahan perkarangan rumah yang sempit atau luasannya yang terbatas tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk satu kegiatan seperti hanya membuat kolam untuk budidaya ikan, menanam sayuran, obat-obatan (apotik hidup), dan buah-buahan.
Namun kegiatannya bisa dikembangkan dan lahan yang terbatas dapat dioptimalkan dengan cara sebagian lahan yang ada kolam ikannya digunakan untuk budi daya ikan seperti lele, nila, dan betok yang di atasnya juga dimanfaatkan untuk tanaman sayuran, obat-obatan herbal, dan cabai dengan teknologi rakit apung memanfaatkan botol bekas dan bambu yang bisa dengan mudah ditemukan di kawasan permukiman.
Kemudian kegiatan 'urban farming' itu sekarang ini dikembangkan dengan cara tiga lapis/kegiatan dalam satu tempat (3 in 1) yakni lahan yang ada kolam ikannya digunakan untuk budidaya ikan di atasnya juga dimanfaatkan untuk tanaman sayuran dan cabai dengan teknologi rakit apung dan dibuat kerangka rambat sehingga bisa digunakan untuk budidaya tanaman sayuran seperti oyong dan buah-buahan seperti anggur dan melon yang pertumbuhannya merambat.

"Perkembangan pembangunan di Palembang mengakibatkan lahan untuk budidaya pertanian semakin terbatas, oleh karena itu perlu disiasati dengan pengembangan kegiatan optimalisasi lahan untuk pertanian perkotaan (urban farming)," ujar dosen yang pernah menjadi Sekretaris Kementerian Ristek pada 2007 itu.
Lahan perkotaan yang luasnya terus berkurang dampak pesatnya pembangunan gedung untuk berbagai aktivitas, perlu disiasati dengan mengoptimalkan lahan yang ada membuat beberapa kegiatan di satu petak lahan.
Lahan perkarangan rumah yang sempit atau luasannya yang terbatas tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk satu kegiatan seperti hanya membuat kolam untuk budidaya ikan, menanam sayuran, obat-obatan (apotik hidup), dan buah-buahan.
Namun kegiatannya bisa dikembangkan dan lahan yang terbatas dapat dioptimalkan dengan cara sebagian lahan yang ada kolam ikannya digunakan untuk budi daya ikan seperti lele, nila, dan betok yang di atasnya juga dimanfaatkan untuk tanaman sayuran, obat-obatan herbal, dan cabai dengan teknologi rakit apung memanfaatkan botol bekas dan bambu yang bisa dengan mudah ditemukan di kawasan permukiman.
Kemudian kegiatan 'urban farming' itu sekarang ini dikembangkan dengan cara tiga lapis/kegiatan dalam satu tempat (3 in 1) yakni lahan yang ada kolam ikannya digunakan untuk budidaya ikan di atasnya juga dimanfaatkan untuk tanaman sayuran dan cabai dengan teknologi rakit apung dan dibuat kerangka rambat sehingga bisa digunakan untuk budidaya tanaman sayuran seperti oyong dan buah-buahan seperti anggur dan melon yang pertumbuhannya merambat.

Bagikan

Logo Universitas Sriwijaya
LPPM

Universitas Sriwijaya

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya

Tautan Cepat

Tautan Lainnya

Ikuti Kami

Informasi kontak belum tersedia

© 2026 LPPM Universitas Sriwijaya. Hak cipta dilindungi.