Sinergi Ilmu dan Teknologi, Dosen Unsri Ubah Limbah Kulit Kopi Jadi Pupuk Organik Bernilai Tinggi
Kali ini, tim dosen Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) menghadirkan terobosan ramah lingkungan dengan mengubah limbah kulit kopi menjadi pupuk organik bernilai tinggi.
Program pengabdian masyarakat bertajuk “Optimalisasi Limbah Kulit Kopi dan PGPR melalui Teknologi MPPO (Mesin Pembuat Pupuk Organik) menjadi Inovasi PUNIK (Pupuk Organik)” ini dilaksanakan di Desa Muara Tenang, Kelurahan Perahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam.
Wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi kopi dengan luas lahan kelompok tani mitra mencapai sekitar 33,5 hektare.
Selama ini, limbah kulit kopi yang menumpuk kerap menjadi masalah lingkungan bagi para petani.
Namun, melalui sentuhan teknologi MPPO dan pemanfaatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), bahan buangan tersebut kini disulap menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ekologis — pupuk organik unggulan yang diberi nama PUNIK.
Ketua tim pengabdian, Fitri Ramadhani, S.P., M.Si, bersama anggota tim Dr. Ir. Mery Hasmeda, M.Sc. dan Dr. Fikri Adriansyah, S.Si., menjelaskan bahwa teknologi MPPO merupakan mesin sederhana yang mempercepat proses pengolahan limbah kulit kopi menjadi pupuk padat hanya dalam waktu singkat.
Kombinasi dengan PGPR membantu meningkatkan ketersediaan unsur hara serta memperkuat daya tahan tanaman.
“Kami melihat potensi besar dari limbah kulit kopi. Melalui teknologi MPPO dan penggunaan PGPR, limbah yang semula menjadi beban kini dapat menjadi produk unggulan desa — pupuk organik yang efektif, murah, dan ramah lingkungan,” ujar Fitri Ramadhani.
Kegiatan ini diikuti oleh kelompok tani muda, aparat desa, dan masyarakat sekitar.
Berita Terbaru
