Langsung ke konten utama
Solusi keterbatasan lahan, optimalisasi "3 in 1" dikembangkan Unsri

Penelitian

Solusi keterbatasan lahan, optimalisasi "3 in 1" dikembangkan Unsri

Tim LPPM 3
SDG 22Tanpa KelaparanSDG 88Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan EkonomiSDG 99Industri, Inovasi dan InfrastrukturSDG 1111Kota dan Permukiman yang BerkelanjutanSDG 1212Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Kembali ke Berita0 kali dibaca

Salah satu solusi untuk lahan yang terbatas adalah dengan cara memanfaatkan lahan yang tersedia seoptimal mungkin.

Sejumlah dosen bersama mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang yang tengah mengambil program magister (S2) dan doktoral (S3), berupaya mengembangkan kegiatan yang dapat mengoptimalisasi pertanian perkotaan di Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan itu guna meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dengan pola tiga kegiatan dalam satu petak lahan (3 in 1).

Guru Besar Fakultas Pertanian Unsri Prof Benyamin Lakitan mengatakan perkembangan pembangunan di Palembang mengakibatkan lahan untuk budi daya pertanian semakin terbatas. Oleh karena itu perlu disiasati dengan pengembangan kegiatan optimalisasi lahan yang tersedia untuk pertanian perkotaan (urban farming).

Pengembangan kegiatan optimalisasi lahan perkotaan yang terbatas untuk "urban farming" yang dilakukan bersama mahasiswa sekarang ini dengan membuat beberapa kegiatan di satu petak lahan.

Awalnya lahan perkarangan rumahnya yang terbatas dimanfaatkan untuk budidaya ikan, aneka jenis tanaman sayuran dan obat-obatan.

Kemudian, dilakukan pengembangan kegiatan dengan cara sebagian lahan yang ada kolam ikannya digunakan untuk budi daya ikan lele, nila, dan ikan betok yang di atasnya juga dimanfaatkan untuk tanaman sayuran, obat-obatan herbal, dan cabai dengan teknologi rakit apung memanfaatkan botol bekas dan bambu yang bisa dengan mudah ditemukan di kawasan permukiman.

Kegiatan "urban farming" itu sekarang ini dikembangkan dengan cara tiga lapis/kegiatan dalam satu tempat (3 in 1), yakni lahan yang ada kolam ikannya digunakan untuk budi daya ikan di atasnya juga dimanfaatkan untuk tanaman sayuran dan cabai dengan teknologi rakit apung dan kerangka rambat sehingga bisa digunakan untuk budi daya tanaman sayuran, seperti oyong dan buah-buahan seperti anggur dan melon yang pertumbuhannya merambat.

Melalui optimalisasi lahan pertanian perkotaan itu, diharapkan lahan yang luasnya terbatas tetap bisa menghasilkan bahan pangan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat bahkan dapat dijual ke tetangga sebagai usaha sampingan keluarga.

Masyarakat perkotaan diharapkan dapat mengembangkan budidaya pertanian "3 in 1" di perkarangan rumah meskipun luasannya terbatas dengan membuat kolam ikan dan menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman bermanfaat lainnya.

"Dengan pengembangan pertanian perkotaan diharapkan masyarakat bisa mengurangi ketergantungan pasokan bahan bangan dari luar daerah yang harganya pada kondisi tertentu melonjak," kata mantan Sekretaris Menteri (Sesmen) Ristek itu.

Upaya optimalisasi lahan untuk pertanian perkotaan itu mendapat perhatian dari berbagai pihak, mahasiswa pertanian dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri.

Bagikan

Logo Universitas Sriwijaya
LPPM

Universitas Sriwijaya

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya

Tautan Cepat

Tautan Lainnya

Ikuti Kami

Informasi kontak belum tersedia

© 2026 LPPM Universitas Sriwijaya. Hak cipta dilindungi.