Tim Dosen Unsri Hadirkan E-Modul Digital 'Jelajah Kampung Tua Palembang'
Upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan peserta didik terus dilakukan Universitas Sriwijaya (Unsri). Salah satunya melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang menggabungkan teknologi digital dengan sejarah serta kearifan lokal Palembang.
Dalam program yang berlangsung di SMAN 15 Palembang pada Juli hingga Agustus 2026 tersebut, tim dosen Unsri memperkenalkan sekaligus mengimplementasikan E-Modul Multimodal “Jelajah Kampung Tua Palembang”
Sejumlah teknologi seperti foto, video, peta digital, Augmented Reality (AR), hingga Virtual Reality (VR) dipadukan untuk membawa siswa lebih dekat dengan sejarah dan budaya Palembang. Program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui program BIMA 2026.
Dukungan itu menjadi bagian dari upaya mendorong perguruan tinggi agar terus menghasilkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan pembelajaran sekolah.
Tim pelaksana terdiri dari Risa Marta Yati, M.Hum dari Program Studi Pendidikan Sejarah sebagai ketua, Muhammad Reza Pahlevi, M.Pd dari Program Studi Pendidikan Sejarah, serta Dewi Sartika, M.Kom dari Program Studi D3 Manajemen Informatika.
Kolaborasi tersebut mempertemukan keahlian di bidang pendidikan sejarah dan teknologi informasi. Hasilnya, pembelajaran sejarah dan budaya lokal tidak hanya ditempatkan sebagai materi hafalan, tetapi dikembangkan menjadi pengalaman belajar yang lebih kontekstual.
Sebanyak 12 guru SMAN 15 Palembang terlibat dalam program ini. Mereka berasal dari empat mata pelajaran, yakni tiga guru Sejarah, dua guru Sosiologi, tiga guru Geografi, dan empat guru Bahasa Indonesia.
Ketua tim, Risa Marta Yati, mengatakan keterlibatan guru lintas mata pelajaran menunjukkan bahwa kekayaan lokal Palembang memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan menjadi bahan pembelajaran.
Berita Terbaru
