Tim Pengabdian FMIPA Unsri Dorong Rumah Menjadi Ruang Belajar Matematika Kreatif
Tim pengabdian kepada masyarakat Departemen Matematika FMIPA Universitas Sriwijaya (Unsri) melaksanakan kegiatan bertajuk “Transformasi Lingkungan Rumah Menjadi Pusat Pembelajaran Matematika Kreatif Berbasis Pendampingan Keluarga dalam Penguatan Nilai Adab Anak-Anak” di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan ini diketuai oleh Novi Rustiana Dewi, S.Si., M.Si., dengan anggota Dr. Eka Susanti, S.Si., M.Sc., Dr. Oki Dwipurwani, S.Si., M.Si., Dr. Dian Cahyawati, S.Si., M.Si., Des Alwine Zayanti, S.Si., M.Si., Husnul Khotimah, S.Si., M.Sc., Andi Tenri Ajeng Nur, S.Si., M.Si., dan Putri Nilam Cayo, S.Si., M.Sc.
Pelatihan bagi orang tua bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam mendampingi anak belajar matematika di rumah. Sementara itu, pendampingan belajar diberikan untuk membantu anak memahami matematika melalui kegiatan yang konkret, menarik, dan menyenangkan.
Materi yang disampaikan meliputi pembelajaran matematika kontekstual dengan memanfaatkan benda dan aktivitas sehari-hari di rumah, penggunaan alat peraga sederhana, permainan matematika konvensional, serta pemanfaatan aplikasi permainan edukatif berbasis Android.
Anak-anak juga memperoleh penguatan konsep bilangan, nilai tempat, penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pengukuran, pecahan, dan geometri.Berbagai aktivitas di rumah dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar matematika.
Kegiatan berbelanja, misalnya, dapat digunakan untuk mempelajari operasi hitung. Membagi makanan dapat membantu anak memahami pecahan dan pembagian, sedangkan kegiatan memasak dapat digunakan untuk mengenalkan konsep pengukuran.
Anak-anak juga dapat mempelajari waktu melalui kegiatan membaca jam serta memahami konsep geometri dengan mengamati dan mengelompokkan bentuk benda-benda di sekitar rumah.
Pembelajaran matematika dalam kegiatan ini turut dipadukan dengan penguatan nilai adab, seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kesabaran, rasa syukur, kerja sama, dan kegemaran berbagi.
Dengan demikian, kegiatan belajar tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak, tetapi juga membentuk kebiasaan dan karakter yang baik.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa secara umum terdapat peningkatan kemampuan anak dalam menjawab soal setelah mengikuti kegiatan pendampingan. Para peserta juga menunjukkan kemampuan yang baik dalam menggunakan alat peraga sederhana dan aplikasi permainan multimedia untuk mempelajari konsep-konsep matematika.
Berita Terbaru
