Unsri Latih Masyarakat Desa Permata Baru Membuat Pestisida Nabati dari Ekstrak Biji Nimba dan Lerak
Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui tim dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Permata Baru, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Agustus hingga November 2023 ini mengangkat tema “Pemanfaatan Pestisida Nabati Ekstrak Biji Nimba dan Lerak untuk Mengendalikan Serangan Serangga Hama di Pertanaman Sayuran di Desa Permata Baru, Ogan Ilir”.
Ketua pelaksana, Erise Anggraini, S.P., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan memperkenalkan teknik pembuatan pestisida nabati berbahan ekstrak biji nimba dan lerak sebagai alternatif pengendalian serangga hama pada tanaman sayuran. Kegiatan ini juga mendukung pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dengan dukungan dari Universitas Sriwijaya sebagai bagian dari program desa binaan.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan 10 mahasiswa S1 Proteksi Tanaman serta tim dosen dari Program Studi Proteksi Tanaman dan Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Unsri. Sejumlah dosen yang turut hadir antara lain Prof. Dr. Nuni Gofar, M.S., Dr. Ir. Chandra Irsan, Dr. Ir. Bakry, Dr. Fikri Ardiansyah, Dr. Rahmat Pratama, Arsi, M.Si., dan Octaviani, M.Si.
Erise menyampaikan bahwa pestisida nabati merupakan salah satu alternatif pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) yang memanfaatkan bahan dari tumbuh-tumbuhan. Pemanfaatan ekstrak nimba dan lerak diharapkan dapat membantu masyarakat mengendalikan serangan serangga hama pada tanaman sayuran melalui pendekatan yang lebih ramah lingkungan. Menurutnya, metode tersebut relevan dengan kebiasaan masyarakat Sumatera Selatan yang banyak mengonsumsi sayuran sebagai lalapan.
Salah satu tujuan utama program ini adalah agar masyarakat mampu membuat pestisida nabati secara mandiri. Selain itu, pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mengurangi kerugian petani akibat serangan OPT.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi oleh tim pengabdian mengenai bahan dan tahapan pembuatan pestisida nabati dari ekstrak nimba. Setelah memperoleh penjelasan, masyarakat diajak terlibat langsung dalam praktik pembuatan pestisida. Mahasiswa bersama warga juga melakukan praktik penyemprotan pestisida nabati pada tanaman sayuran.
Melalui rangkaian sosialisasi dan praktik tersebut, tim pengabdian Unsri berupaya meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat Desa Permata Baru dalam memanfaatkan bahan nabati untuk pengendalian hama. Program ini diharapkan dapat mendorong kemandirian masyarakat dalam menyiapkan alternatif pengendalian OPT sekaligus mendukung praktik budidaya sayuran yang lebih ramah lingkungan.
Berita Terbaru
