Langsung ke konten utama
Unsri Palembang kembangkan budi daya porang sebagai tanaman sela

Penelitian

Unsri Palembang kembangkan budi daya porang sebagai tanaman sela

Tim LPPM 3
SDG 22Tanpa KelaparanSDG 88Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan EkonomiSDG 99Industri, Inovasi dan InfrastrukturSDG 1212Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung JawabSDG 1515Ekosistem Daratan

Menurut dia, untuk mengembangkan tanaman porang (Amorphopalus mueleri Blume) bisa digunakan tiga bahan tanam yakni dari biji, bulbil, dan umbinya.

Tiga bahan tanam tersebut sedang diteliti oleh mahasiswa Unsri Program Doktoral Dora Fatma Nurshanti untuk mengetahui masing-masing keunggulannya dan yang paling cocok untuk ditanam di wilayah Sumsel terutama di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu yang memiliki banyak kebun karet rakyat, ujarnya.

Dia menjelaskan, tanaman porang sekarang ini telah dikembangkan di Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Ulu dan beberapa daerah di Sumsel lainnya baik sebagai tanaman sela di bawah tegakan pohon karet maupun di lahan kosong yang dibuka khusus untuk tanaman porang.

Porang yang termasuk jenis umbi-umbian memiliki banyak khasiat dan produk turunan sebagai bahan pangan, industri, farmasi, dan kosmetika.

Melihat banyaknya khasiat dan produk turunannya serta besarnya permintaan pasar domestik maupun ekspor, pengembangan budi daya porang sangat potensial, kata Prof.Benyamin yang juga Ketua Dewan Riset Daerah Sumsel itu.

Mahasiswa Program Doktoral Unsri Palembang Dora Fatma Nurshanti menjelaskan bahwa dirinya tertarik meneliti tanaman porang karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi serta prospek cerah sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat secara umum.

Bagikan

Logo Universitas Sriwijaya
LPPM

Universitas Sriwijaya

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya

Tautan Cepat

Tautan Lainnya

Ikuti Kami

Informasi kontak belum tersedia

© 2026 LPPM Universitas Sriwijaya. Hak cipta dilindungi.