Langsung ke konten utama
Unsri Sosialisasikan Sistem Poliponik untuk Budidaya Ikan Rawa dan Tanaman Sayur sebagai Upaya Pencegahan Stunting

Pengabdian

Unsri Sosialisasikan Sistem Poliponik untuk Budidaya Ikan Rawa dan Tanaman Sayur sebagai Upaya Pencegahan Stunting

Tim LPPM 4
SDG 22Tanpa KelaparanSDG 33Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 44Pendidikan BerkualitasSDG 1212Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung JawabSDG 1414Ekosistem Lautan
Kembali ke Berita0 kali dibaca

Program Studi Budidaya Perairan (BDA), Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri), melaksanakan kegiatan sosialisasi hasil penelitian dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pengembangan budidaya ikan-ikan rawa. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan dan menerapkan sistem poliponik sebagai teknologi tepat guna untuk mengembangkan budidaya ikan rawa di UPR Doa Mandeh, sekaligus mendorong upaya pencegahan stunting di lingkungan masyarakat rawa, khususnya di wilayah Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Ketua tim pelaksana, Mirna Fitrani, S.Pi., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa stunting masih menjadi salah satu isu prioritas nasional. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu menekan angka stunting, khususnya di Kabupaten Ogan Ilir, adalah mendorong masyarakat agar rutin mengonsumsi ikan sebagai sumber pangan hewani. Upaya tersebut didasarkan pada sejumlah penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa konsumsi ikan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan mendukung pencegahan stunting.

Wilayah Sumatera Selatan yang sebagian besar memiliki karakteristik lahan rawa menyimpan potensi sumber daya perikanan lokal. Berbagai jenis ikan asli rawa dapat ditemukan di wilayah tersebut, antara lain ikan betok, sepat, gabus, dan tembakang. Namun, ketersediaan ikan-ikan lokal tersebut masih banyak bergantung pada hasil penangkapan di alam. Di sisi lain, minat masyarakat untuk membudidayakan ikan rawa masih tergolong terbatas.

Kondisi tersebut berpotensi mengurangi ketersediaan ikan di alam apabila penangkapan terus dilakukan tanpa diimbangi kegiatan budidaya. Bahkan, keberlanjutan populasi beberapa spesies ikan asli rawa dikhawatirkan dapat terancam. Oleh karena itu, sosialisasi dan pendampingan mengenai teknik budidaya ikan rawa dinilai penting untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga ketersediaan sumber daya perikanan lokal.

Salah satu pendekatan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah sistem poliponik atau polikultur-hidroponik. Sistem ini mengintegrasikan kegiatan budidaya polikultur ikan dengan pengembangan tanaman sayuran dalam satu sistem produksi yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh alternatif kegiatan budidaya ikan, tetapi juga dapat menghasilkan tanaman sayuran sebagai sumber pangan.

Mirna Fitrani menjelaskan bahwa penerapan sistem poliponik menghubungkan produksi ikan dan tanaman sayur dengan kebutuhan pangan pokok masyarakat. Kedua komoditas tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan bahan pangan bergizi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawa.

Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Muhammad Robby Saputra dan Cindi, yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut, menyampaikan harapan agar hasil penelitian yang disosialisasikan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk membudidayakan ikan-ikan rawa. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan sistem budidaya poliponik secara lebih luas sebagai salah satu alternatif produksi pangan.

Melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan ini, Program Studi Budidaya Perairan Unsri berupaya memperkenalkan pemanfaatan potensi ikan lokal rawa melalui teknologi budidaya yang terintegrasi dengan produksi tanaman sayuran. Sistem tersebut diharapkan dapat mendukung ketersediaan sumber pangan bergizi sekaligus berkontribusi terhadap upaya pencegahan dan penurunan risiko stunting pada masyarakat rawa di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Bagikan

Logo Universitas Sriwijaya
LPPM

Universitas Sriwijaya

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya

Tautan Cepat

Tautan Lainnya

Ikuti Kami

Informasi kontak belum tersedia

© 2026 LPPM Universitas Sriwijaya. Hak cipta dilindungi.