Skip to main content
Dosen Pertanian Unsri edukasi pengendalian hama tanaman semusim dan hortikultura

Pengabdian

Dosen Pertanian Unsri edukasi pengendalian hama tanaman semusim dan hortikultura

Tim LPPM 1
SDG 22Zero HungerSDG 1212Responsible Consumption and ProductionSDG 1515Life on Land
Back to NewsRead 0 times

Dosen dan mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Sumatera Selatan melakukan kegiatan  edukasi masyarakat tentang pengendalian terpadu hama penyakit pada tanaman semusim dan pengendalian penyakit embun tepung pada tanaman hortikultura.


Dua kegiatan pengabdian yang dilakukan di kawasan Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir sejak September 2023 itu dibagi menjadi dua tim yakni Tim I mengangkat tema Pengendalian Terpadu Hama dan Penyakit Tanaman Semusim dengan Ketua Prof. Dr. Ir. A. Muslim, M.Agr.
Sedangkan Tim II dengan Ketua Prof. Dr. Ir. Suwandi, M.Agr mengangkat tema Pengendalian Penyakit Embun Tepung pada Tanaman Hortikultura dengan Menggunakan Biostimulan 


Ketua Tim I Prof  Muslim di Indralaya, Selasa, menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pengendalian penyakit dan hama secara terpadu serta pembuatan dan penggunaan biostimulan yang ramah lingkungan pada tanaman semusim dan hortikultura.


Salah satu daerah yang menjadi lokasi kegiatan pengabdian yakni Dusun 7 di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.
Lokasi tersebut menjadi sasaran kegiatan  karena terdapat banyak warga setempat yang menanam tanaman semusim dan hortikultura sebagai penghasilan mereka, namun masih banyak kendala.

Kendala yang dihadapi masyarakat terutama hama dan penyakit tumbuhan terutama embun tepung, antraknosa dan bercak daun, kata Muslim. Sementara Ketua Tim II Prof. Dr. Ir. Suwandi, M.Agr, menjelaskan bahwa perkebunan hortikultura di Desa Tanjung Seteko banyak terserang hama dan penyakit terutama yang disebabkan oleh jamur dan virus sehingga banyak tanaman tersebut mati, kerdil dan tidak tumbuh dengan baik. 

Hal itu sangat merugikan masyarakat dan menurunkan nilai ekonomi serta pendapatan masyarakat. Melihat permasalahan itu, dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam Tim Pengabdian Pengabdian Prodi Proteksi Tanaman Jurusan HPT Unsri berupaya memberikan penyuluhan dan solusi terhadap permasalahan tersebut dengan mengedukasi masyarakat desa Tanjung Seteko cara mengendalikan hama dan penyakit tanaman semusim secara terpadu serta pemanfaatan biostimulan dalam mengendalikan penyakit embun tepung.

Untuk memulai kegiatan tersebut, dosen dan mahasiswa Unsri  membuat biostimulan dengan tiga perlakuan yaitu P1 (tanin + beauveria bassiana), P2 (ekstrak rumput laut) dan P3 (tanin + beauveria bassiana + ekstrak rumput laut), sepanjang September 2023, pihaknya melakukan persiapan dan pelatihan pembuatan alat biostimulan di Desa Tanjung Seteko.

"Kegiatan pelatihan itu dilakukan beberapa tahapan, yakni diawali dengan persiapan alat dan pembuatan biostimulan bahan aktif berupa Beauveria bassiana di Laboratorium Fitopatologi, FP Unsri, kemudian dilanjutkan dengan fermentasi selama 14 hari.

Selanjutnya cairan biostimulan diedukasi kepada masyarakat Desa Tanjung Seteko untuk diaplikasikan secara penyiraman dan semprot pada tanaman cabai mereka sebanyak satu minggu sekali.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Prodi Proteksi Tanaman melalui kegiatan penyuluhan merupakan salah satu bentuk implementasi terhadap peran perguruan tinggi dalam menjawab tuntunan masyarakat yang semakin luas untuk memperoleh pembaruan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengendalian hama dan penyakit tanaman pada cabai menggunakan biostimulan beauveria bassiana, tanin dan ekstrak rumput laut  merupakan solusi yang murah dan ramah lingkungan, kata Ketua Tim II.

Sementara  Kadus 7, Tanjung Seteko Yanto mengatakan menyambut gembira kegiatan edukasi yang diberikan dosen dan mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Unsri.

Kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengendalikan hama dan penyakit tanaman semusim secara terpadu serta cara membuat dan menggunakan biostimulan beauveria bassiana, tanin dan ekstrak rumput laut yang bahannya murah serta ramah lingkungan sangat membantu masyarakat di desa ini, kata Kadus 7, Tanjung Seteko Yanto.

Share

Sriwijaya University Logo
LPPM

Universitas Sriwijaya

Institute for Research and Community Service Universitas Sriwijaya

Quick Links

More Links

Follow Us

Contact information is not available yet

© 2026 LPPM Sriwijaya University. All rights reserved.