Skip to main content
Tim SYIP Unsri Hadirkan MOVEPLAY, Inovasi Gamifikasi untuk Kurangi Perilaku Sedentari Santriwati

Pengabdian

Tim SYIP Unsri Hadirkan MOVEPLAY, Inovasi Gamifikasi untuk Kurangi Perilaku Sedentari Santriwati

Tim LPPM 4
SDG 33Good Health and Well-beingSDG 44Quality EducationSDG 99Industry, Innovation and InfrastructureSDG 1010Reduced Inequalities
Back to NewsRead 0 times

Kebiasaan duduk dalam waktu lama dan minimnya aktivitas fisik dapat menimbulkan berbagai keluhan muskuloskeletal, seperti pegal, kekakuan otot, serta rasa tidak nyaman pada bagian leher dan punggung. Menanggapi kondisi tersebut, tim Sriwijaya Young Innovation Program (SYIP) dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) mengembangkan program MOVEPLAY sebagai pendekatan edukasi kesehatan untuk mendorong kebiasaan hidup aktif di kalangan santriwati.

Program yang diinisiasi oleh Kirania Alliyu Putri, Cia, Alya, Aisyah, dan Natasya ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Darussalam Al-Fatah, Tanjung Pering, Sumatera Selatan, sejak Agustus hingga Oktober 2026. MOVEPLAY dirancang untuk meningkatkan pemahaman santriwati mengenai postur tubuh yang ergonomis sekaligus membiasakan mereka melakukan peregangan dan aktivitas fisik secara rutin.

Berdasarkan asesmen awal bersama pihak mitra, diketahui bahwa santriwati masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai posisi tubuh yang tepat ketika belajar serta gerakan peregangan sederhana. Aktivitas belajar dan mengaji dalam durasi panjang dengan posisi duduk yang kurang ergonomis berpotensi menyebabkan keluhan pada tubuh. Kondisi tersebut menjadi dasar pengembangan program yang tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi kesehatan, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan sehari-hari.

MOVEPLAY Menggabungkan Edukasi Kesehatan dan Gamifikasi

MOVEPLAY dikembangkan dengan menggabungkan konsep Habit Loop dan gamifikasi. Pendekatan Habit Loop terdiri atas tiga unsur, yaitu pemicu (cue), rutinitas (routine), dan penghargaan (reward). Ketiga unsur tersebut digunakan untuk membantu peserta membangun kebiasaan aktif melalui aktivitas yang menarik dan dapat dilakukan secara berulang.

Edukasi kesehatan dikemas dalam bentuk permainan dan tantangan sederhana agar santriwati dapat memahami pentingnya menjaga postur tubuh serta melakukan aktivitas fisik melalui pengalaman langsung.

Dalam pelaksanaannya, MOVEPLAY menghadirkan tiga media utama yang saling melengkapi, yaitu Monolarga, GAOL, dan TrackMov. Seluruh media tersebut juga didukung oleh buku panduan yang berisi petunjuk penggunaan serta pemeliharaan perangkat program.

Monolarga merupakan permainan edukatif yang menggabungkan informasi kesehatan, kartu tantangan gerak, dan puzzle. Media ini dirancang untuk membantu santriwati mempelajari pengetahuan kesehatan melalui permainan interaktif.

Selanjutnya, GAOL atau Gacha menghadirkan tantangan peregangan melalui mekanisme pengambilan kapsul secara acak. Dengan cara tersebut, peserta dapat mencoba berbagai gerakan stretching yang telah disiapkan.

Sementara itu, TrackMov berfungsi sebagai media untuk mencatat aktivitas dan kondisi tubuh serta membantu peserta melakukan refleksi terhadap kebiasaan bergerak sehari-hari.

Santriwati Belajar Postur Ergonomis melalui Permainan

Pengenalan MOVEPLAY dilakukan dengan mengajak santriwati Pondok Pesantren Darussalam Al-Fatah mencoba langsung berbagai media yang telah dikembangkan. Melalui Monolarga, peserta mempelajari informasi kesehatan sekaligus menyelesaikan tantangan permainan bersama.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penggunaan GAOL. Santriwati mengambil kapsul berisi tantangan peregangan secara acak dan mempraktikkan gerakan yang diperoleh. Mereka juga diperkenalkan dengan TrackMov sebagai sarana untuk memantau aktivitas fisik sehari-hari.

Selain melibatkan santriwati, tim MOVEPLAY turut memberikan pengenalan dan pelatihan kepada guru pendamping. Keterlibatan guru diharapkan dapat membantu pemanfaatan media MOVEPLAY secara berkelanjutan untuk mendukung aktivitas fisik di lingkungan pesantren.

Salah seorang santriwati, Galuh, menyampaikan bahwa program tersebut membantunya memahami cara mengatasi rasa pegal setelah duduk dalam waktu lama. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya santriwati kerap mengalami sakit pinggang akibat kegiatan belajar dan mengaji dengan posisi duduk di lantai.

Setelah mengikuti program, Galuh menjadi lebih memahami pentingnya mengambil jeda ketika tubuh mulai terasa pegal dan melakukan peregangan agar tubuh kembali nyaman. Ia juga memperoleh pengetahuan mengenai gerakan peregangan yang dapat dipraktikkan secara mandiri.

Pihak Pesantren Mendukung Keberlanjutan Program

Perwakilan Pondok Pesantren Darussalam Al-Fatah, Umi Nikmah, menyambut positif pelaksanaan MOVEPLAY. Menurutnya, program tersebut memberikan kegiatan tambahan yang mendorong santriwati untuk lebih banyak bergerak sekaligus memperoleh pengetahuan kesehatan melalui permainan.

Ia juga menyampaikan bahwa santriwati selama ini terbiasa belajar dengan posisi duduk di lantai sehingga terkadang mengalami keluhan sakit pinggang. Melalui MOVEPLAY, mereka mulai mempelajari posisi tubuh yang benar ketika belajar dan menunjukkan ketertarikan untuk melakukan aktivitas olahraga.

Ketua tim MOVEPLAY, Kirania Alliyu Putri, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menghubungkan edukasi kesehatan dengan praktik sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, penyampaian edukasi kesehatan tidak harus selalu dilakukan melalui pemberian materi, tetapi dapat dikemas melalui permainan dan aktivitas yang menyenangkan.

Tim berharap santriwati tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga mulai menerapkannya melalui kebiasaan memperbaiki posisi duduk saat belajar dan melakukan peregangan ketika tubuh terasa pegal. Kebiasaan tersebut diharapkan tetap berlangsung meskipun program telah selesai.

Mendorong Kebiasaan Aktif secara Berkelanjutan

Keberhasilan MOVEPLAY tidak hanya diarahkan pada antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung, tetapi juga pada penerapan kebiasaan aktif dalam keseharian santriwati. Untuk meninjau perkembangan tersebut, program ini menggunakan evaluasi melalui tes pemahaman, pengamatan gerakan, dan pencatatan aktivitas.

Pemanfaatan Monolarga, GAOL, dan TrackMov diharapkan dapat membantu santriwati mengenali kebutuhan tubuh, melakukan peregangan ketika mulai merasa pegal, serta memantau aktivitas fisik secara mandiri.

Keberlanjutan program turut didukung melalui keterlibatan guru pendamping dan penyediaan media pembelajaran yang dapat digunakan kembali. Aktivitas peregangan diharapkan dapat diintegrasikan dengan waktu olahraga rutin di pesantren maupun dilakukan secara mandiri melalui aktivitas ringan.

Melalui MOVEPLAY, tim SYIP Unsri berupaya membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan tubuh dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengubah posisi duduk, menyelingi kegiatan belajar dengan peregangan, dan lebih memperhatikan kondisi tubuh. Dengan penerapan yang konsisten, kebiasaan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari keseharian santriwati.

Share

Sriwijaya University Logo
LPPM

Universitas Sriwijaya

Institute for Research and Community Service Universitas Sriwijaya

Quick Links

More Links

Follow Us

Contact information is not available yet

© 2026 LPPM Sriwijaya University. All rights reserved.