Unsri Bentuk Kelompok Perigi Cerdas Iklim untuk Perkuat Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Desa Perigi
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya (Unsri), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Gerakan Edukasi dan Aksi Petani Peduli Iklim: Adaptasi dan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim di Lahan Pertanian Desa Perigi”. Kegiatan ini diselenggarakan di Desa Perigi, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, pada Rabu, 22 Oktober 2025.
Program tersebut merupakan bentuk kontribusi akademisi Unsri dalam mendukung ketahanan sektor pertanian terhadap berbagai tantangan perubahan iklim. Melalui kegiatan ini, tim dosen dan mahasiswa berupaya meningkatkan pemahaman serta mendampingi petani agar dapat menerapkan praktik pertanian yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan.
Kegiatan PkM dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Unsri, dengan Dr. Dessy Adriani, S.P., M.Si. sebagai ketua tim. Anggota tim terdiri atas Ir. Muhammad Yazid, M.Sc., Ph.D., Dr. Ir. Muhammad Yamin, M.P., Dr. Irmawati, S.P., M.Sc., M.Si., Muhammad Andri Zuliansyah, S.P., M.Si., serta dosen lainnya dan sejumlah mahasiswa Program Studi Agribisnis.
Dalam kegiatan pemberdayaan tersebut, petani Desa Perigi memperoleh materi mengenai pengenalan perubahan iklim beserta faktor penyebabnya, seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan peningkatan emisi gas rumah kaca. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai berbagai dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian, termasuk risiko kekeringan, banjir, perubahan pola musim, serta meningkatnya serangan hama.
Selain pemahaman mengenai perubahan iklim, materi yang diberikan mencakup teknik budidaya adaptif, konservasi lahan gambut, dan diversifikasi usaha tani maupun tanaman. Diversifikasi tersebut ditujukan agar petani tidak hanya bergantung pada satu jenis komoditas sehingga ketahanan pangan dapat lebih terjaga.
Petani juga diperkenalkan dengan manajemen risiko iklim melalui penyusunan jadwal tanam berdasarkan aplikasi cuaca dan kalender tanam adaptif. Selain itu, pemanfaatan teknologi tepat guna turut menjadi bagian dari materi untuk mendukung penerapan praktik pertanian yang lebih responsif terhadap kondisi iklim.
Sebagai puncak kegiatan, masyarakat menyepakati pembentukan kelompok tani yang secara khusus berfokus pada penanggulangan dampak perubahan iklim. Kelompok baru tersebut diberi nama “Perigi Cerdas Iklim” dan dipimpin oleh H. Nungcik, dengan Ujang, M. Aji, serta perwakilan masyarakat desa lainnya sebagai saksi pembentukan kelompok.
Pembentukan Perigi Cerdas Iklim menjadi langkah untuk memperkuat kapasitas petani dalam mengelola risiko perubahan iklim secara mandiri dan berkelanjutan. Kelompok ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkolaborasi dalam menghadapi dampak perubahan iklim sekaligus menjadi penggerak kegiatan pelestarian lingkungan di Desa Perigi.
Latest News
