Skip to main content
UNSRI dan UPN Veteran Jakarta Bahas Indeks Implementasi Bela Negara di Perguruan Tinggi

News · August 18, 2026 at 09:57 AM

UNSRI dan UPN Veteran Jakarta Bahas Indeks Implementasi Bela Negara di Perguruan Tinggi

August 18, 2026 at 09:57 AM

Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menerima kunjungan Tim LPPM Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jakarta dalam rangka membahas pengembangan aplikasi Indeks Implementasi Bela Negara (IIBN). 

Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat I Kantor Pusat Administrasi (KPA) Kampus Bukit Besar Palembang, Kamis (9/7/2026).

Tim LPPM UPN "Veteran" Jakarta dipimpin Kepala Pusat Penelitian, Dr. Muhammad Alif Razi, S.Pi., M.Sc., bersama tim peneliti dan pengembang aplikasi IIBN. 

Kedatangan mereka disambut langsung Ketua LPPM UNSRI Prof. Dr. Ir. Muhammad Said, M.Sc., didampingi Sekretaris LPPM Prof. Dr. Yuanita Windusari, S.Si., M.Si., serta jajaran LPPM UNSRI.

Kegiatan tersebut menjadi forum diskusi sekaligus penjajakan kerja sama antara kedua perguruan tinggi dalam memperkuat implementasi nilai-nilai bela negara di lingkungan kampus melalui pendekatan yang terukur, sistematis, dan berbasis data.

Dalam sambutannya, Prof. Muhammad Said menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim LPPM UPN "Veteran" Jakarta.

Menurutnya, pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun sinergi yang lebih erat dalam mengembangkan implementasi nilai-nilai bela negara di perguruan tinggi.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kunjungan Tim LPPM UPN Veteran Jakarta.

Kami berharap pertemuan ini dapat menjadi awal kolaborasi dalam pengembangan implementasi nilai-nilai bela negara di lingkungan perguruan tinggi,” ujar Prof. Muhammad Said.

Sementara itu, Dr. Muhammad Alif Razi menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan sosialisasi sekaligus memperoleh masukan terkait pengembangan Indeks Implementasi Bela Negara (IIBN).

Instrumen nasional ini dirancang untuk mengukur sejauh mana nilai-nilai bela negara diterapkan di lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, IIBN memiliki sejumlah fungsi strategis, di antaranya memetakan tingkat implementasi bela negara di setiap perguruan tinggi, menjadi alat evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, mendorong penguatan karakter kebangsaan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta memberikan gambaran capaian implementasi yang dapat menjadi dasar pembinaan secara lebih terarah.

Paparan mengenai konsep IIBN disampaikan oleh Ketua Pelaksana IIBN, Danis Tri Saputra W., S.IP., M.IP.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan latar belakang penyusunan indeks, konsep pengukuran implementasi bela negara di kampus, mekanisme penilaian, indikator yang digunakan, hingga sistem klasterisasi perguruan tinggi berdasarkan tingkat implementasi bela negara.

Danis menegaskan bahwa IIBN tidak hanya menilai aspek akademik, tetapi juga mengukur penerapan nilai-nilai bela negara dalam tata kelola institusi, kegiatan kemahasiswaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta budaya organisasi yang berkembang di lingkungan kampus.

Pada kesempatan yang sama, Kraugusteeliana, M.Kom., M.M., memperkenalkan aplikasi dan website IIBN yang dirancang untuk mendukung proses pengisian instrumen secara daring.

Platform tersebut dilengkapi berbagai fitur, mulai dari dashboard institusi, monitoring capaian indikator, rekapitulasi hasil penilaian, hingga penyajian hasil klasterisasi perguruan tinggi.

“Website tersebut diharapkan mampu mempermudah proses pengumpulan data, validasi, evaluasi, serta penyusunan laporan implementasi bela negara secara nasional,” jelasnya.

Dalam sesi diskusi, Tim LPPM UNSRI menyampaikan bahwa nilai-nilai Implementasi Bela Negara pada dasarnya telah diterapkan melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.

Implementasi tersebut diwujudkan melalui mata kuliah yang memuat nilai kebangsaan dan bela negara, penelitian serta publikasi ilmiah yang mendukung pembangunan nasional, hingga berbagai kegiatan kemahasiswaan yang menumbuhkan karakter kepemimpinan, nasionalisme, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.

LPPM UNSRI juga menilai keberadaan Indeks Implementasi Bela Negara dapat menjadi instrumen yang bermanfaat untuk mendokumentasikan, mengukur, dan mengevaluasi berbagai aktivitas yang telah dilaksanakan perguruan tinggi.

Dengan demikian, implementasi nilai-nilai bela negara dapat dipetakan secara lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan karakter kebangsaan di lingkungan pendidikan tinggi.

Share

Sriwijaya University Logo
LPPM

Universitas Sriwijaya

Institute for Research and Community Service Universitas Sriwijaya

Quick Links

More Links

Follow Us

Contact information is not available yet

© 2026 LPPM Sriwijaya University. All rights reserved.