UNSRI Dorong Kemandirian Kesehatan Warga Tanjung Baru Lewat Budidaya TOGA
Universitas Sriwijaya (UNSRI) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kemandirian masyarakat. Melalui Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, UNSRI menjalankan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, dengan mengoptimalkan pekarangan rumah untuk budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Program bertajuk “Penguatan Kemandirian Kesehatan Masyarakat melalui Optimalisasi Pekarangan Berbasis Budidaya Empon-Empon (TOGA) dengan Teknologi Tepat Guna di Desa Tanjung Baru” ini diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan sekaligus membekali warga dengan keterampilan menanam dan mengolah tanaman herbal.
Desa Tanjung Baru merupakan salah satu wilayah binaan UNSRI. Dengan jumlah penduduk sekitar 1.853 jiwa yang tergabung dalam 435 kepala keluarga, desa tersebut memiliki potensi pekarangan yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi lahan produktif.
Selama ini, sebagian pekarangan warga masih dimanfaatkan secara sederhana. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman obat secara lebih terencana. Namun, masyarakat masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan pengetahuan mengenai teknik budidaya hingga pemanfaatan teknologi vertikultur, pemilihan media tanam, dan pengolahan hasil tanaman.
Vertikultur Jadi Solusi Lahan Terbatas
Tim PKM UNSRI memperkenalkan teknologi tepat guna berupa vertikultur sebagai salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan ruang. Sistem ini memungkinkan tanaman dibudidayakan secara bertingkat sehingga penggunaan lahan dapat dilakukan dengan lebih efisien
Gandeng Kelompok Masyarakat
Program ini melibatkan masyarakat Desa Tanjung Baru, Kelompok Tani Patra Tani Subur Makmur, PKK, serta Kelompok Wanita Tani (KWT). Keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan kegiatan setelah program pengabdian berakhir.
Sedikitnya 20 rumah tangga atau anggota kelompok mitra ditargetkan mulai menerapkan budidaya TOGA. Dari sisi peningkatan kapasitas, program juga menetapkan target kenaikan pengetahuan dan keterampilan peserta sekurang-kurangnya 30 persen berdasarkan hasil perbandingan pre-test dan post-test.
Kelembagaan lokal diharapkan tidak sekadar menjadi peserta kegiatan, tetapi berkembang sebagai penggerak pengelolaan TOGA di lingkungan desa.
Didukung Tim dengan Beragam Keahlian
PKM tersebut dipimpin Dr. Astuti Kurnianingsih, S.P., M.Si., bersama Dr. Ir. Yakup, M.S., Dr. Ir. Mery Hasmeda, M.Sc., Dr. Santa Maria Lumbantoruan, S.P., M.P., Dr. Fikri Adriansyah, S.Si., Lya Nailatul Fadilah, S.P., M.Si., dan Mulyadi, S.P., M.Agr.
Latest News
