UNSRI Kembangkan Living Lab Hutan Harapan untuk Restorasi Hutan Tropis dan Pemantauan Ekosistem Berbasis Sains
Universitas Sriwijaya (UNSRI) menjadikan kawasan Hutan Harapan sebagai laboratorium hidup (living lab) dalam riset restorasi hutan tropis melalui program bertajuk "Living Lab Hutan Harapan: Restorasi, Konektivitas, dan Keberlanjutan Lanskap Hutan di Sumatera Selatan". Inisiatif ini merupakan bagian dari program Bestari Saintek (Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi) yang diluncurkan oleh Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Dit. Minat Saintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Ketua Tim Peneliti Program Bestari Saintek UNSRI, Prof. Dr. rer. nat. Indra Yustian, M.Si., menjelaskan bahwa fokus utama penelitian ini adalah memulihkan tutupan hutan serta menjaga konektivitas habitat satwa—seperti primata, beruang madu, tapir, gajah, dan harimau—yang terancam akibat fragmentasi kawasan hutan oleh pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan lahan. Riset ini dirancang agar temuan akademis tidak berhenti di tingkat publikasi ilmiah saja, melainkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan industri dengan menumbuhkan ekonomi berbasis sains.
Dalam pelaksanaannya, tim peneliti UNSRI menguji coba prototipe sistem Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) di lapangan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memantau perubahan ekologis secara terukur sebagai dasar pengambilan keputusan pengelolaan kawasan. Program ini mengedepankan kolaborasi multi-pihak dengan menggandeng PT Restorasi Ekosistem Indonesia (PT REKI) selaku pengelola Hutan Harapan, pemerintah daerah, Hutan Kita Institute (HaKI), serta lembaga konservasi lainnya. Ke depan, Living Lab Hutan Harapan diharapkan dapat menjadi model riset terapan dan aksi konservasi berkelanjutan yang dapat direplikasi di berbagai lanskap hutan tropis di Indonesia.
Latest News
The Chair and Secretary of LPPM attended the ceremony commemorating the 66th anniversary
Menelusuri Jejak Peradaban Megalitik Pasemah, 67 Mahasiswa Unsri Gelar Riset di Pagaralam
Sebanyak 67 mahasiswa dan 4 dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unsri menggelar Studi Proyek dan Riset pada 31 Oktober–1 November 2026 di Pagaralam. Kegiatan ini mengkaji peradaban megalitik Pasemah di Situs Tebing Tinggi, Belumai, dan Tegur Wangi bersama narasumber Mario Andramartik. Didukung Koordinator Prodi Dr. Hudaidah, M.Pd., hasil riset dikembangkan menjadi media pembelajaran sejarah berbasis teknologi digital guna mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Unsri Luncurkan Living Lab Bioenergi Ganesha, Olah Limbah Kelapa dan Sekam Padi Jadi Sumber Ekonomi Desa
Tim Universitas Sriwijaya (Unsri) meluncurkan program Bioenergi Ganesha (Living Lab Bioenergi) di Desa Ganesha Mukti, Muara Sugihan, Banyuasin, pada Senin, 26 Oktober 2026. Program yang diketuai Mulyadi ini menerapkan konsep zero waste untuk mengolah limbah pertanian seperti tempurung kelapa, sabut, dan sekam padi. Melalui teknologi mesin cocopeat, pirolisis, briket, dan granul, limbah diubah menjadi energi serta produk biochar dan pupuk bernilai ekonomi bagi desa.
