Unsri Latih Petani Desa Tanjung Baru Membuat BioPOC untuk Mendukung Kemandirian Pertanian
Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) melaksanakan kegiatan pelatihan teknologi fermentor BioPOC (Pupuk Organik Cair) dan sistem pertanian terpadu bagi petani di Desa Tanjung Baru, Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penerapan Teknologi Fermentor BioPOC dan Sistem Pertanian Terpadu untuk Meningkatkan Kemandirian dan Inovasi Petani Cabai”.
Pelatihan yang berlangsung pada Kamis, 6 November 2025 tersebut dipimpin oleh Santa Maria Lumbantoruan, S.P., M.P., bersama tim dosen Universitas Sriwijaya. Tim pelaksana terdiri atas Dr. Marlin Sefrilla, S.P., M.Si., Muhammad Antony Jefri Pratama, S.P., M.Si., Eva Juniar Andika, S.Hut., M.Si., Fitri Ramadhani, S.P., M.Si., Muhardianto Cahya, S.P., M.Si., Tri Putri Nur, S.P., M.Si., Shabilla Amartiya Sari, S.P., M.Si., dan Mulyadi, S.P., M.Agr. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Unsri untuk membantu pendampingan langsung kepada petani.
Fokus utama pelatihan adalah memperkenalkan cara pembuatan dan penggunaan pupuk organik cair berbahan dasar limbah rumah tangga dan limbah ternak. Teknologi fermentor BioPOC yang diperkenalkan dirancang untuk membuat proses fermentasi berlangsung lebih cepat, higienis, dan efisien.
Dalam kegiatan tersebut, petani mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan fermentor serta praktik pengolahan bahan organik dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh, seperti gula merah, EM4, dan limbah organik. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pengukuran dosis aplikasi pupuk serta peran mikroorganisme, seperti Trichoderma dan EM4, dalam membantu mempercepat proses dekomposisi bahan organik.
Ketua tim pelaksana, Santa Maria Lumbantoruan, menjelaskan bahwa teknologi fermentor BioPOC merupakan inovasi sederhana yang diharapkan dapat membantu petani memproduksi pupuk secara mandiri. Dengan memanfaatkan bahan baku lokal, petani diharapkan tidak hanya mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dari luar, tetapi juga mengoptimalkan limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar.
Menurut penjelasan dalam kegiatan tersebut, proses fermentasi menghasilkan pupuk organik cair yang stabil, tidak berbau, dan ramah lingkungan. Penggunaan pupuk ini juga diarahkan untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.
Sebelum mengikuti pelatihan, para peserta terlebih dahulu menjalani pretest untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai proses fermentasi dan pupuk organik cair. Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar petani belum mengenal teknologi tersebut secara memadai. Oleh karena itu, pelatihan menjadi langkah awal untuk memperkenalkan pengetahuan dan keterampilan baru dalam pengelolaan pupuk organik.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, sesi tanya jawab, dan demonstrasi langsung penggunaan fermentor BioPOC. Melalui praktik tersebut, petani memperoleh kesempatan untuk memahami tahapan penggunaan teknologi sekaligus mengenali bahan dan mikroorganisme yang terlibat dalam proses pembuatan pupuk.
Tim pengabdian Unsri juga menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan pendampingan kepada masyarakat. Rencana tindak lanjut mencakup pemantauan penerapan teknologi BioPOC, evaluasi dampaknya terhadap hasil pertanian, serta penguatan pemberdayaan kelompok tani setempat.
Program ini diharapkan dapat mendukung kemandirian petani Desa Tanjung Baru melalui pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk yang dapat diproduksi secara mandiri. Selain itu, penerapan sistem pertanian terpadu diharapkan dapat mendorong inovasi dalam kegiatan budidaya, khususnya bagi petani cabai.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut memperoleh dukungan hibah pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsri. Tim pelaksana turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Tanjung Baru, perangkat desa, kelompok tani, dan LPPM Unsri atas dukungan serta fasilitas yang diberikan selama kegiatan berlangsung.
Melalui pelatihan dan pendampingan teknologi fermentor BioPOC, Unsri berupaya mendorong petani agar lebih mandiri dalam memproduksi pupuk, memanfaatkan sumber daya lokal, dan mengembangkan praktik pertanian yang lebih inovatif serta berkelanjutan.
Latest News
