Skip to main content
Unsri Libatkan 103 Mahasiswa dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Pascabencana di Aceh Tamiang

Pengabdian

Unsri Libatkan 103 Mahasiswa dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Pascabencana di Aceh Tamiang

Tim LPPM 4
SDG 22Zero HungerSDG 44Quality EducationSDG 66Clean Water and SanitationSDG 77Affordable and Clean EnergySDG 99Industry, Innovation and Infrastructure+3
Back to NewsRead 0 times

Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., secara resmi melepas mahasiswa yang akan mengikuti Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera Tahun 2026. Kegiatan pelepasan berlangsung di Ruang Rapat KPA Unsri, Palembang, pada Jumat, 30 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Rektor Unsri menyampaikan apresiasi kepada para dosen pendamping dan mahasiswa yang berhasil memperoleh pendanaan nasional untuk melaksanakan program tersebut. Ia mengingatkan bahwa kegiatan pengabdian di wilayah terdampak bencana memiliki tantangan dan risiko tersendiri. Oleh karena itu, seluruh peserta diminta mempersiapkan diri dengan baik, menjaga kesehatan, serta memiliki niat tulus untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.

Rektor juga menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater Unsri selama kegiatan berlangsung. Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 100 mahasiswa dan didampingi oleh lima dosen, mahasiswa diharapkan mampu menjaga sikap, mengendalikan diri, dan tetap berfokus pada tujuan utama kegiatan, yaitu membantu masyarakat. Ia mengingatkan agar program tersebut tidak dimanfaatkan sebagai kegiatan rekreasi maupun perjalanan wisata.

Wakil Rektor I Unsri, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M. Agr., dalam laporannya menjelaskan bahwa dari 609 proposal yang diajukan secara nasional, sebanyak 203 proposal berhasil memperoleh pendanaan. Unsri sendiri mengajukan enam proposal dan dua di antaranya dinyatakan lolos pendanaan.

Dari seluruh proposal yang didanai, Unsri menjadi salah satu dari 82 perguruan tinggi di Indonesia yang memperoleh kesempatan mengikuti program tersebut. Pelaksanaannya melibatkan 103 mahasiswa Unsri, yang terdiri atas 53 mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sriwijaya dan 50 mahasiswa dari BEM Fakultas Teknik. Mereka akan bergabung dengan sekitar 1.090 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lainnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Unsri telah berkoordinasi dengan fakultas dan unit terkait mengenai penyesuaian kewajiban akademik mahasiswa. Dukungan tersebut meliputi izin tidak mengikuti perkuliahan tatap muka tanpa pengurangan poin kehadiran, kesempatan mengikuti ujian susulan, penyesuaian tugas akademik, serta kemungkinan konversi kegiatan menjadi aktivitas akademik sesuai ketentuan yang berlaku.

Koordinasi juga dilakukan dengan Direktorat Akademik, Direktorat Kemahasiswaan, dan pengelola SIMAK untuk mengantisipasi kendala administratif, termasuk keterlambatan pengisian KRS selama mahasiswa menjalankan program di lokasi bencana.

Dalam Program Mahasiswa Berdampak 2026, Unsri melaksanakan dua kegiatan pemberdayaan masyarakat yang seluruhnya berlokasi di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Tim Pertama: Pemulihan Masyarakat Kampung Landuh

Tim pertama diketuai oleh Dr. Ir. David Bahrin, S.T., M.T. dari Fakultas Teknik, dengan anggota Prof. Ir. Subriyer Nasirm, M.S., Ph.D. dari Fakultas Teknik dan Dr. Rizky Tirta Adhiguna, S.TP., M.Si. dari Fakultas Pertanian.

Tim ini mengusung program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Pasca Bencana Kampung Landuh Aceh Tamiang melalui Teknologi Air Bersih, Pojok Literasi, Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dan Desain Digital Mitigasi Bencana”.

Kegiatan dilaksanakan di Desa Kampung Landuh, Kecamatan Rantau, dengan melibatkan 53 mahasiswa BEM Universitas Sriwijaya. Program berlangsung selama 30 hari, mulai 28 Januari hingga 28 Februari 2026. Pelaksanaannya melibatkan Kepala Desa Kampung Landuh, Kelompok Tani Ladang Lestari, dan Kelompok Wanita Berkarya sebagai mitra kegiatan.

Fokus program mencakup pemberdayaan masyarakat melalui teknologi penyediaan air bersih, pengembangan pojok literasi, pemanfaatan tanaman obat keluarga, serta penyusunan desain digital untuk mendukung mitigasi bencana.

Tim Kedua: Pemulihan Masyarakat Desa Menanggini

Tim kedua diketuai oleh M.A. Ade Saputra, S.T., M.T., M.Kom., dengan anggota Dr. Ir. David Bahrin, S.T., M.T. dan Dr. Ir. Bimo Adhitya, S.T., M.T.

Program yang dilaksanakan berjudul “Pemulihan Masyarakat Pasca Bencana Desa Menanggini Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang melalui Pemetaan Irigasi dan Survei Air Tanah, Penerapan Water Pump dan Aquaponik Bertenaga Surya, serta Pembuatan Pelet dari Limbah Biomassa Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan sebagai Bahan Bakar Alternatif”.

Kegiatan berlangsung di Desa Menanggini, Kecamatan Karang Baru, dengan melibatkan 50 mahasiswa BEM Fakultas Teknik Unsri selama 28 Januari hingga 28 Februari 2026. Pelaksanaannya bekerja sama dengan Kepala Desa, kelompok tani, dan Karang Taruna Desa Menanggini.

Program ini berfokus pada pemetaan jaringan irigasi dan survei sumber air tanah, penerapan pompa air bertenaga surya, pengembangan sistem akuaponik berbasis energi surya, serta pemanfaatan limbah biomassa dari sektor pertanian, kehutanan, dan perkebunan menjadi pelet sebagai bahan bakar alternatif.

Seluruh kegiatan Program Mahasiswa Berdampak 2026 tersebut memperoleh pendampingan dari Direktorat Kemahasiswaan dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sriwijaya. Melalui dua program di Kampung Landuh dan Desa Menanggini, Unsri berupaya berkontribusi dalam pemulihan masyarakat terdampak bencana melalui penerapan teknologi tepat guna, pemberdayaan masyarakat, dan keterlibatan mahasiswa secara langsung.

Share

Sriwijaya University Logo
LPPM

Universitas Sriwijaya

Institute for Research and Community Service Universitas Sriwijaya

Quick Links

More Links

Follow Us

Contact information is not available yet

© 2026 LPPM Sriwijaya University. All rights reserved.