Skip to main content
Unsri Palembang Gelar Ekspo Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Penelitian

Unsri Palembang Gelar Ekspo Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tim LPPM 3
SDG 44Quality EducationSDG 77Affordable and Clean EnergySDG 88Decent Work and Economic GrowthSDG 99Industry, Innovation and InfrastructureSDG 1717Partnerships for the Goals

Ekspo tersebut sebagai salah satu bentuk diseminasi hasil penelitian dan pengabdian dosen kepada civitas akademika Unsri dan masyarakat luas, kata Rektor Unsri, Profesor Anis Saggaff seusai membuka ekspo tersebut, di Palembang, Senin.

Dia menjelaskan, hasil penelitian dan pengabdian dosen dipamerkan dalam bentuk poster, buku, produk inovasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta kegiatan inkubator bisnis dan kewirausahaan.

Melalui ekspo tersebut, selain bisa memperkenalkan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, diharapkan pula dapat menginspirasi para dosen lain untuk meningkatkan kinerja penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu.

"Ekspo itu juga mempertemukan peneliti dan inventor kepada calon mitra dalam hal hilirisasi produk inovasi," katanya.

Peserta ekspo hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun 2022 itu mencapai 571 orang, dan khusus pengabdian kepada masyarakat mencapai 454 orang.

Dalam kegiatan ekspo tersebut ditampilkan produk inovasi prototype educational kit kipas angin PEMFC dan DMFC serta lampu emergency DMFC Hydrogen storage, penelitian dasar DRPM.

Kemudian, membrane electrode asembly (MEA) untuk backup power BTS fuel cell kerja sama dengan PT Cascadiant Indonesia melalui riset unggulan terapan (DRPM tahun 2020-2023) yang telah mendapat hak paten.

Selain itu ada adaptasi teknologi budidaya sayuran di lebak riparian untuk diadopsi dalam pengembangan hortikultura di kawasan urban atau perkotaan, kata Rektor.

Salah seorang dosen peserta ekspo hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Profesor Benyamin Lakitan mengatakan dalam kegiatan tersebut dia menampilkan hasil penelitian budidaya sayuran dengan sistem terapung menggunakan pot dan rakit.

Untuk membantu masyarakat melakukan budidaya sayuran terapung, dalam ekspo ini disiapkan buku sebagai panduan terkait kegiatan budidaya tersebut, katanya.

Budidaya tanaman sayuran secara terapung bukanlah sesuatu yang baru karena cara itu sudah dilakukan masyarakat sejak abad ke-11, era prakolonial Meksiko, di permukiman Suku Nahua, Culhuacan, kawasan lembah Meksiko.

Cikal bakal budidaya sayuran terapung di Indonesia terinspirasi dari kegiatan yang sudah dilakukan petani untuk pembibitan padi secara terapung di rawa lebak wilayah timur Pulau Sumatera serta wilayah tengah dan selatan Pulau Kalimantan.

Namun, hingga kini budidaya sayuran terapung belum meluas aplikasinya di Tanah Air sehingga mendorong dirinya untuk melakukan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan membuat buku agar bisa mengedukasi dan memotivasi masyarakat.

Tanaman sayuran yang patut menjadi pilihan utama untuk budidaya terapung adalah tanaman yang memenuhi kriteria teknis seperti ukuran kanopi sayuran yang relatif kecil dan bobotnya juga ringan sehingga tidak membutuhkan ruang yang luas dan tidak menjadi beban yang berat untuk rakit apung.

Share

Sriwijaya University Logo
LPPM

Universitas Sriwijaya

Institute for Research and Community Service Universitas Sriwijaya

Quick Links

More Links

Follow Us

Contact information is not available yet

© 2026 LPPM Sriwijaya University. All rights reserved.