Menelusuri Jejak Peradaban Megalitik Pasemah, 67 Mahasiswa Unsri Gelar Riset di Pagaralam
Rombongan mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) melaksanakan kegiatan Studi Proyek dan Riset Semester Ganjil Tahun Akademik 2026 di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober hingga Minggu, 1 November 2026 ini diikuti oleh 67 mahasiswa dengan pendampingan dari empat dosen serta dua tenaga kependidikan dan administrasi.
Dalam riset lapangan ini, mahasiswa mengkaji secara langsung warisan peradaban megalitik Pasemah melalui penelusuran ke beberapa lokasi cagar budaya, meliputi Situs Tebing Tinggi (Dusun Lubuk Buntak), Situs Belumai, dan Situs Tegur Wangi. Kegiatan ini bertujuan mengintegrasikan teori perkuliahan dari tujuh mata kuliah wajib ke dalam pengalaman empiris di lapangan. Untuk memperkaya wawasan arkeologi dan kebudayaan, kegiatan ini menghadirkan Mario Andramartik, tokoh penggerak kebudayaan Sumsel sekaligus anggota Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Lahat, sebagai narasumber.
Data serta hasil analisis lapangan yang diperoleh mahasiswa nantinya akan dikembangkan menjadi materi dan media pembelajaran sejarah berbasis teknologi digital yang kontekstual, kreatif, dan inovatif. Koordinator Program Studi Pendidikan Sejarah sekaligus Kepala Departemen PIPS FKIP Unsri, Dr. Hudaidah, M.Pd., menegaskan bahwa pengamatan sumber sejarah secara langsung sangat penting untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif mahasiswa, sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pelestarian warisan budaya lokal. Kegiatan akademik ini juga dirancang untuk mendukung pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Berita Terbaru
Ketua dan Sekretais LPPM hadir dalam Upaca Peringatan DIES NATALIS ke 66
Unsri Luncurkan Living Lab Bioenergi Ganesha, Olah Limbah Kelapa dan Sekam Padi Jadi Sumber Ekonomi Desa
Tim Universitas Sriwijaya (Unsri) meluncurkan program Bioenergi Ganesha (Living Lab Bioenergi) di Desa Ganesha Mukti, Muara Sugihan, Banyuasin, pada Senin, 26 Oktober 2026. Program yang diketuai Mulyadi ini menerapkan konsep zero waste untuk mengolah limbah pertanian seperti tempurung kelapa, sabut, dan sekam padi. Melalui teknologi mesin cocopeat, pirolisis, briket, dan granul, limbah diubah menjadi energi serta produk biochar dan pupuk bernilai ekonomi bagi desa.
