Unsri Luncurkan Living Lab Bioenergi Ganesha, Olah Limbah Kelapa dan Sekam Padi Jadi Sumber Ekonomi Desa
Universitas Sriwijaya (Unsri) meluncurkan program inovasi Bioenergi Ganesha (Living Lab Bioenergi) di Desa Ganesha Mukti, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Peluncuran program ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Pamit Desa serta penutupan program Land4Lives di tingkat desa pada Senin, 26 Oktober 2026, bertempat di Kantor Desa Ganesha Mukti.
Program ini diinisiasi untuk menjawab permasalahan penumpukan limbah pertanian lokal, seperti tempurung kelapa, sabut kelapa, dan sekam padi hasil penggilingan beras yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui Living Lab Bioenergi, material sisa pertanian tersebut diolah kembali agar memiliki fungsi energi dan nilai tambah secara ekonomis.
Ketua Tim Kegiatan Bioenergi Ganesha, Mulyadi, bersama dosen Unsri Santa Maria Lumbantoruan, menjelaskan bahwa program ini menerapkan pendekatan zero waste (pemanfaatan minim limbah). Unsri mengintroduksi dan memfasilitasi sejumlah sarana teknologi pengolahan tepat guna yang akan diaplikasikan langsung oleh masyarakat, meliputi mesin cocopeat, mesin pirolisis, mesin briket, dan mesin granul.
Wakil Dekan III Fakultas Pertanian Unsri, Prof. Susilawati, M.Si., mengemukakan bahwa limpahan limbah buah kelapa, persawahan, dan jagung di Desa Ganesha Mukti menjadi potensi besar pengembangan riset berdampak. Pengolahan limbah menjadi biochar, briket bioenergi, serta pupuk organik diharapkan dapat meningkatkan kemandirian energi dan memperkuat ketahanan ekonomi warga desa.
Berita Terbaru
Ketua dan Sekretais LPPM hadir dalam Upaca Peringatan DIES NATALIS ke 66
Menelusuri Jejak Peradaban Megalitik Pasemah, 67 Mahasiswa Unsri Gelar Riset di Pagaralam
Sebanyak 67 mahasiswa dan 4 dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unsri menggelar Studi Proyek dan Riset pada 31 Oktober–1 November 2026 di Pagaralam. Kegiatan ini mengkaji peradaban megalitik Pasemah di Situs Tebing Tinggi, Belumai, dan Tegur Wangi bersama narasumber Mario Andramartik. Didukung Koordinator Prodi Dr. Hudaidah, M.Pd., hasil riset dikembangkan menjadi media pembelajaran sejarah berbasis teknologi digital guna mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
