Dosen FK Unsri Edukasi Santri di OI, Ajarkan PHBS hingga Pemanfaatan Herbal
Membiasakan hidup bersih dan sehat sejak usia dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan anak. Hal inilah yang dilakukan dosen Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui kegiatan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Pengenalan Herbal bagi Santri Yayasan Islam Shafian Hafiyya, Muara Penimbung Ulu, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (14/10).
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya ini menyasar siswa kelas IV dan V sekolah dasar (SD). Para santri tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan, tetapi juga diajak mempraktikkan kebiasaan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.
Materi edukasi meliputi praktik mencuci tangan menggunakan sabun, penerapan etika batuk dan bersin, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. "Para santri juga diperkenalkan dengan pemanfaatan bahan herbal sederhana secara aman dan tepat," kata dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Dr dr Nita Parisa MBmd.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Yayasan Islam Shafian Hafiyya, Muara Penimbung Ulu, Ery Erman SKM MA. Selanjutnya, materi disampaikan oleh dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Dr dr Nita Parisa MBmd dan dr Nia Savitri Tamzil MBiomed.
Setelah mendapatkan penjelasan, para santri diberi kesempatan mempraktikkan langsung cara mencuci tangan yang benar. Praktik dilakukan satu per satu dengan pendampingan Vivi Hendra Sutandar SSi MBiomed, Dr dr Evi Lusiana MBiomed, dan Supratman AMd.
Untuk menunjang kegiatan tersebut, tim menggunakan alat cuci tangan portabel yang dirancang dan dibuat oleh dosen Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Prof Dr Ir HM Taufik Toha DEA, dan Dr Ir M Baitullah Al Amin ST MEng.
Penggunaan alat tersebut memberikan kesempatan kepada para santri untuk mempraktikkan kebiasaan mencuci tangan secara langsung, sehingga materi yang disampaikan tidak berhenti pada teori, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai bagian dari upaya mencegah penyakit.
Selain itu, pengenalan bahan herbal diharapkan menambah wawasan mereka mengenai pemanfaatan tanaman yang ada di sekitar secara bijak, aman, dan sesuai peruntukannya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kuis untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Acara juga diisi dengan pembagian cenderamata kepada pengelola yayasan, guru, serta santri kelas IV dan V.
Cendera mata diserahkan oleh Dr dr Nita Parisa MBmd, dr. Nia Savitri Tamzil MBiomed, dan Dr dr Debby Handayati Harahap MKes.
Edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Dengan pembiasaan PHBS sejak dini, para santri diharapkan dapat tumbuh dengan kesadaran untuk menjaga kesehatan diri sekaligus menularkan kebiasaan positif tersebut kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Latest News
