Dosen IPS FKIP Unsri Dampingi Pembuatan Desain Pembelajaran, Lakukan Pendekatan Deep Learning
Para dosen jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS SMP Ogan Ilir melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan skema pemberdayaan kemitraan masyarakat.
Mengusung tema Pendampingan Pengembangan Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Pembuatan Desain Pembelajaran dengan Pendekatan deep learning berbasus isu sosial kritis berbantuan AI bagi Guru MGMP IPS SMP di OI.
Menurut Dr Sani Safitri, kegiatan ini mengikut sertakan mahasiswa dan didanai Dipa Unsri tahun 2026 lewat pendanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat skema pemberdayaan berbasis masyarakat. “Kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi pedagogik guru khususnya dalam mendesain pembelajaran dengan pendekatan deep learning. Desain pembelajaran yg di buat berbasis isu sosial kritis,” kata Sani Safitri
Dijelaskannya, desain pembelajaran dengan pendekatan deep learning dengan memanfaatkan isu sosial yang dekat dengan kehidupan akan memfasilitasi berkembangnya empati dan critical thinking siswa sebagai salah satu kompetensi yang harus dimiliki peserta didik pada abad 21.
“Lewat pelatihan dan pendampingan terhadap guru dalam merancang dan mengimplementasi pembelajaran berbasis isu sosial dan memanfaatkan Artificial Inteligence pada gilirinya meningkatkan kompetensi pedagogik guru yang berimbas pada peningkatan kulaitas pembelajaran,” timpal Alfiandra.
Kegiatan ini dilakukan dalam lima tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan pendampingan, evaluasi dan monitoring keberlanjutan program yang dilakukan secara tatap muka dan daring lewat media zoom pada rentang waktu bulan Agustus sampai November 2026
Sosialisasi meliputi kegiatan mendiskusikan fokus masalah dan rencana bentuk kegiatan pada anggota guru. Pelatihan meliputi kegiatan pembimbingan, simulasi pemanfaatan AI, Observasi dan Evaluasi produk. Pendampingan penerapan meliputi kegiatan pendampingi guru dalam implementasi, observasi dan diskusi.
“Evaluasi keberhasilan kegiatan program pengabdian masyarakat ini dilihat dari 4 aspek yaitu proses pelatihan yang meliputi kehadiran peserta, keaktifan. Hasil Pelatihan meliputi, pemahaman konseptual peserta terhadap konsep dasar deep learning, pembelajaran berbasis kasus dan peningkatan keterampilan guru memanfaatkan AI dalam membantu mendesain pembelajaran,” paparnya.
Dikatakannya, dampak (outcome) pelatihan meliputi respon peserta didik, kepala sekolah, refleksi guru terhadap implementasi produk. Kepuasan peserta dari aspek guru, peserta didik dan sistem pembelajaran. "Dilakukan lewat kegiatan focus group discussion (FGD) monitoring keberlanjutan program dilakukan lewat kunjungan monitoring secara random ke sekolah," ucapnya.
Latest News
