Skip to main content
KKN-T 103 Unsri Tinggalkan Jejak Nyata di Penjalang: Tomat Bernilai Ekonomi, Literasi Tumbuh, Bullying Dicegah

News

KKN-T 103 Unsri Tinggalkan Jejak Nyata di Penjalang: Tomat Bernilai Ekonomi, Literasi Tumbuh, Bullying Dicegah

Mochammad Randy Surya Bachri

Penjalang, 4 Agustus 2026 — Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 103 Universitas Sriwijaya menyelesaikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Penjalang yang berlangsung dari 24 Juni hingga 4 Agustus 2026. Selama pelaksanaan program, mahasiswa menjalankan berbagai kegiatan di bidang pertanian, pendidikan, kesehatan, dan sosial sebagai bentuk penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dengan bimbingan dosen pembimbing lapangan M. Akbar Budiman, S.Pd., M.Si., kelompok ini melibatkan mahasiswa dari Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Salah satu perwakilan FKIP adalah Presti Sundari dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Kolaborasi lintas fakultas tersebut memungkinkan mahasiswa menyusun program berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Dalam bidang pertanian dan lingkungan, mahasiswa bekerja sama dengan Kelompok Petani Muda untuk mengolah hasil panen tomat yang melimpah menjadi saus tomat siap dipasarkan. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan nilai jual hasil pertanian sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Kegiatan lainnya mencakup edukasi pengukuran pH tanah, pengenalan hama dan penyakit tanaman beserta penanganannya, serta pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang dapat diproduksi secara mandiri.

Mahasiswa juga memperkenalkan rocket stove, yaitu kompor hemat energi berbahan bakar biomassa. Pengenalan teknologi ini ditujukan untuk memberikan alternatif penggunaan energi yang lebih hemat, ekonomis, dan ramah lingkungan.

Di bidang pendidikan, tim KKN-T menghadirkan Pojok Literasi sebagai sarana belajar dan membaca bagi anak-anak. Program ini diharapkan dapat memperluas akses terhadap bahan bacaan serta menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini. Selain itu, mahasiswa melaksanakan sosialisasi mengenai manfaat konsumsi susu untuk mendukung pertumbuhan anak dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi.

Pada aspek sosial, mahasiswa menginisiasi gerakan SAPA (Satukan Hati, Paham, dan Peduli Sesama) untuk menumbuhkan empati, kepedulian, dan sikap saling menghormati. Melalui kegiatan edukatif dan interaktif, gerakan ini mengampanyekan pencegahan perundungan atau bullying sejak dini demi menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Berakhirnya kegiatan KKN-T 103 di Kelurahan Penjalang diharapkan tidak hanya menjadi penutup masa pengabdian mahasiswa, tetapi juga menjadi awal bagi keberlanjutan berbagai program yang telah diperkenalkan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kerja sama perguruan tinggi dan masyarakat dapat mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan, inovasi, serta potensi lokal untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Melalui program tersebut, Universitas Sriwijaya menegaskan perannya dalam membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepedulian sosial dan keterampilan menerapkan ilmu untuk membantu mengatasi persoalan masyarakat. Pendekatan lintas disiplin dan pemanfaatan potensi lokal menjadi bagian penting dalam mewujudkan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat.

Share

Sriwijaya University Logo
LPPM

Universitas Sriwijaya

Institute for Research and Community Service Universitas Sriwijaya

Quick Links

More Links

Follow Us

Contact information is not available yet

© 2026 LPPM Sriwijaya University. All rights reserved.