LPPM Unsri Gelar Workshop Capacity Building LPHD Sungsang IV, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial Berbasis Ekologi dan Ekonomi
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sriwijaya (Unsri) menyelenggarakan Workshop Capacity Building Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Sungsang IV dengan tema “Penguatan Kapasitas Kelembagaan untuk Pengelolaan Perhutanan Sosial yang Berkelanjutan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 14 Oktober 2026, bertempat di Ruang Seminar Lantai 2 Fakultas Pertanian, Kampus Unsri Palembang.
Workshop tersebut merupakan bagian dari program Working Package 2 (WP-2) sekaligus bentuk komitmen Unsri dalam mendampingi masyarakat pesisir untuk mengembangkan tata kelola lingkungan dan ekonomi secara berkelanjutan. Kegiatan ini secara khusus diarahkan untuk memperkuat kemampuan LPHD Sungsang IV di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, agar dapat mengelola wilayah kerjanya secara mandiri dan profesional.
Kegiatan utama berfokus pada pembahasan, peninjauan, dan penyempurnaan dua modul panduan yang disusun oleh tim pelaksana di bawah arahan Ketua Tim, Dr. Dessy Adriani, S.P., M.Sc. Penyempurnaan tersebut dilakukan agar materi yang dihasilkan tidak hanya memiliki landasan akademis, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan praktis pengurus LPHD dan anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Untuk memastikan kesesuaian materi dengan kondisi lapangan, kedua modul mendapatkan masukan melalui proses peninjauan oleh narasumber internal dan eksternal. Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan dapat memperkaya substansi panduan sekaligus memastikan penerapannya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Modul Pengelolaan Lahan Perhutanan Sosial dan Ekosistem Berkelanjutan
Modul pertama dipresentasikan oleh Dr. Fikri Adriansyah, S.Si. Materi ini memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai fungsi ekologis dan ekonomis kawasan mangrove, termasuk langkah-langkah pelestarian lingkungan pesisir. Pengetahuan tersebut diperlukan agar pemanfaatan kawasan hutan sosial tetap memperhatikan fungsi ekologisnya sebagai pelindung wilayah pesisir.
Dalam proses penyempurnaannya, modul ini memperoleh masukan dari Merie Yulita, S.Hut., M.Sc., sebagai peninjau eksternal, serta Dr. Sarno, M.Sc., sebagai peninjau internal. Pembahasan juga melibatkan peserta workshop untuk menghimpun masukan mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Modul Manajemen Keuangan dan Pembukuan Sederhana
Modul kedua disampaikan oleh M. Andri Zuliansyah, S.P., M.Sc. Materi ini dirancang untuk membantu kelompok masyarakat mengatasi berbagai tantangan dalam pengelolaan keuangan usaha. Pembahasannya mencakup pencatatan pemasukan dan pengeluaran kas secara transparan, pengelolaan modal usaha, perhitungan biaya dan pendapatan, serta penyusunan laporan laba-rugi secara mandiri oleh kelompok usaha di bawah naungan KUPS.
Melalui penerapan pembukuan yang teratur, anggota kelompok diharapkan dapat memantau perkembangan usaha, sedangkan pengurus memiliki dasar pertanggungjawaban keuangan yang lebih jelas. Pencatatan tersebut juga dapat membantu kelompok dalam mengambil keputusan dan merencanakan pengembangan usaha.
Modul ini mendapatkan peninjauan eksternal dari Nia Meitisari, S.E., M.Sc., serta peninjauan internal oleh Dr. Dessy Adriani, S.P., M.Sc.
Kolaborasi Akademisi dan Tenaga Ahli
Pelaksanaan workshop melibatkan akademisi dan tenaga ahli dari bidang kehutanan, lingkungan, dan ekonomi. Kolaborasi tersebut bertujuan memastikan kedua modul memiliki substansi yang kuat sekaligus mudah diterapkan oleh masyarakat pengelola hutan desa.
Pendekatan ini menghubungkan hasil kajian ilmiah dengan kebutuhan nyata masyarakat, sehingga panduan yang disusun dapat berfungsi sebagai pedoman operasional dalam pengelolaan perhutanan sosial.
Harapan dan Tindak Lanjut
Berbagai masukan dari narasumber dan peserta workshop akan digunakan sebagai bahan penyempurnaan akhir kedua modul. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kemandirian kelembagaan LPHD Sungsang IV, memperkuat perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal Desa Sungsang IV, serta mendorong terwujudnya pengelolaan perhutanan sosial yang berkelanjutan dari sisi ekologi maupun ekonomi.
Melalui pendampingan tersebut, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya berharap pengelolaan kawasan mangrove di Sungsang IV dapat berkembang menjadi contoh praktik perhutanan sosial yang mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Latest News
Tim PKM Unsri Lakukan Pendampingan ke UMKM Jumputan Desa Ulak Bedil
Unsri Edukasi Masyarakat Desa Tanjung Enim dan Kembangkan Aplikasi EDUMAL untuk Dukung Eliminasi Malaria
Universitas Sriwijaya melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, pada 2024 untuk mendukung eliminasi malaria di Sumatera Selatan. Program ini mencakup edukasi kesehatan, pelatihan pencegahan dan pengendalian malaria, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan aplikasi mobile EDUMAL sebagai sarana edukasi. Kegiatan melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan sebagai mitra.
