Sejak Dini Diajak Cinta Lingkungan, Unsri Kenalkan Urban Farming kepada Anak PAUD Puji Ibu
Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dari pelajaran yang rumit. Anak-anak usia dini justru dapat mengenalnya melalui aktivitas sederhana, seperti menanam, menyiram, dan memanfaatkan kembali barang bekas.
Pendekatan tersebut diterapkan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui kegiatan Implementasi Kebun Mini Edukatif Berbasis Urban Farming untuk Meningkatkan Literasi Lingkungan pada Anak Usia Dini di PAUD Puji Ibu Karya Jaya.
Kegiatan yang berlangsung Kamis (10/9/2026) di PAUD Puji Ibu Karya Jaya, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang, itu melibatkan 25 peserta didik, tiga guru, serta wali murid.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada konsep pertanian sederhana yang dapat dilakukan meski dengan lahan terbatas. Pembelajaran dikemas secara interaktif agar anak tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga mengalami langsung proses menanam dan merawat tanaman.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta didik adalah pemanfaatan botol bekas air mineral sebagai wadah tanaman. Botol yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah tersebut disulap menjadi media bercocok tanam.
Anak-anak bersama guru dan tim pengabdian mengisi botol dengan media tanam berbahan kompos. Setelah itu, mereka memasukkan bibit tanaman dan melakukan penyiraman.
Aktivitas sederhana tersebut menjadi pengalaman belajar yang bermakna. Anak-anak dapat melihat bahwa barang yang sudah tidak terpakai masih bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Mengenal Kompos dengan Cara Sederhana
Dalam kegiatan tersebut, Santa Maria Lumbantoruan, SP., M.Si. turut memberikan materi mengenai kompos dan pemanfaatan bahan organik.
Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak. Mereka diperkenalkan pada fungsi kompos sebagai media yang mendukung pertumbuhan tanaman sekaligus pentingnya memanfaatkan bahan organik dan mengurangi jumlah limbah.
Cara tersebut menjadi bagian dari pendekatan learning by doing dan play-based learning, sehingga proses belajar berlangsung melalui pengalaman, permainan, dan aktivitas nyata.
Dari kegiatan menanam, anak-anak secara perlahan dikenalkan pada kebiasaan menjaga lingkungan. Mulai dari menggunakan kembali botol bekas, memanfaatkan bahan organik, menanam tanaman hingga merawatnya secara rutin Unsri Berikan Instalasi Hidroponik
Tidak berhenti pada praktik menanam menggunakan botol bekas, Tim Pengabdian Unsri juga memberikan bantuan instalasi hidroponik kepada PAUD Puji Ibu Karya Jaya.
Melalui hidroponik, anak-anak dapat mengetahui bahwa tanaman tidak selalu harus dibudidayakan menggunakan tanah. Konsep tersebut sekaligus memperkenalkan salah satu teknologi sederhana dalam urban farming.
Program kebun mini edukatif ini juga mengembangkan beberapa pendekatan lain, seperti penggunaan polybag dan sistem vertikultur berbahan daur ulang.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan sekolah sebagai laboratorium hidup, tempat anak-anak belajar mengenai tanaman dan lingkungan melalui pengalaman langsung.
Guru dan Orang Tua Ikut Dilibatkan
Keterlibatan guru dan wali murid menjadi bagian penting dalam program tersebut. Guru memperoleh pengalaman baru dalam mengembangkan pembelajaran yang mengangkat isu lingkungan dan pertanian secara kontekstual.
Sementara itu, wali murid mendapatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan lahan sempit dan barang bekas untuk aktivitas bercocok tanam yang dapat diterapkan di rumah.
Dengan cara tersebut, pengetahuan yang diperoleh anak di lingkungan sekolah diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Kebiasaan menanam dan merawat tanaman dapat dilanjutkan bersama keluarga.
Pendekatan ini juga sejalan dengan rancangan program pengabdian yang menempatkan orang tua sebagai sasaran tidak langsung melalui transfer pengetahuan mengenai pemanfaatan lahan terbatas untuk pertanian sederhana
Latest News
