Skip to main content
Tim PKM FKIP Unsri Manfaatkan AI untuk Permudah Guru Susun Soal TKA Matematika

Pengabdian

Tim PKM FKIP Unsri Manfaatkan AI untuk Permudah Guru Susun Soal TKA Matematika

LPPM UNSRI

Perubahan pola asesmen pendidikan menuntut guru ikut beradaptasi. Kehadiran Tes Kemampuan Akademik (TKA) membuat kemampuan peserta didik tidak lagi cukup diukur dari hafalan rumus dan penyelesaian soal rutin. Penalaran, kemampuan memecahkan masalah, serta kecakapan memahami persoalan dalam konteks kehidupan nyata kini menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

Tim FKIP Unsri memberikan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu guru mengembangkan soal matematika dengan karakteristik TKA.

Program bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Soal Tipe TKA Matematika Berbantuan AI untuk Guru Matematika SMP (MGMP) di Desa Sakatiga Kabupaten Ogan Ilir” tersebut merupakan bagian dari skema Pengabdian Berbasis Masyarakat yang didanai melalui DIPA Universitas Sriwijaya Tahun Anggaran 2026.

TKA Dorong Perubahan Pola Penyusunan Soal

TKA diterapkan sebagai instrumen evaluasi standar nasional untuk mengukur capaian akademik peserta didik secara objektif dan terstandar.

Pelaksanaannya dimulai pada jenjang SMA/SMK pada 2025 dan kemudian diperluas ke jenjang SMP pada April 2026.

Karakter soal TKA memiliki perbedaan dengan model evaluasi yang lebih banyak menekankan hafalan atau kemampuan prosedural.

Peserta didik dituntut menghadapi soal yang membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS), analisis, pemecahan masalah, serta pemahaman terhadap konteks tertentu.

Persoalannya, kemampuan numerasi peserta didik di sejumlah daerah masih menghadapi tantangan. Berdasarkan materi program PkM, data Rapor Pendidikan 2025 juga menunjukkan masih terdapat sekolah dengan capaian numerasi kategori merah di Desa Sakatiga.

Kondisi tersebut salah satunya terlihat ketika siswa berhadapan dengan soal matematika yang memiliki stimulus panjang.

Mereka tidak hanya dituntut melakukan perhitungan, tetapi juga harus memahami informasi, menentukan strategi, kemudian menyusun langkah penyelesaiaian. Situasi ini menunjukkan pentingnya perubahan dalam proses pembelajaran dan penyusunan instrumen evaluasi di sekolah.

Share

Sriwijaya University Logo
LPPM

Universitas Sriwijaya

Institute for Research and Community Service Universitas Sriwijaya

Quick Links

More Links

Follow Us

Contact information is not available yet

© 2026 LPPM Sriwijaya University. All rights reserved.