Skip to main content
UNSRI Ajak Siswa SD IT Robbani Ogan Ilir Belajar Bertani Lewat Hidroponik dan Polybag

Pengabdian

UNSRI Ajak Siswa SD IT Robbani Ogan Ilir Belajar Bertani Lewat Hidroponik dan Polybag

LPPM UNSRI

Universitas Sriwijaya (UNSRI) mendorong pengenalan pertanian sejak usia sekolah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SD IT Robbani Ogan Ilir, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang digelar Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian UNSRI tersebut mengajak siswa dan guru memahami konsep ketahanan pangan sekaligus mempraktikkan teknik budidaya tanaman dengan memanfaatkan lahan yang terbatas.

Dalam kegiatan itu, tim UNSRI memperkenalkan dua metode budidaya, yakni hidroponik dengan sistem Deep Flow Technique (DFT) dan penanaman menggunakan polybag. Para siswa terlebih dahulu mendapat penjelasan mengenai pentingnya ketahanan pangan serta peluang memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai area produktif.

Setelah sesi pengenalan, siswa diajak mengamati instalasi hidroponik DFT. Tim menjelaskan prinsip kerja sistem tersebut sekaligus memperagakan tahapan penanaman menggunakan metode hidroponik.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan melalui praktik budidaya menggunakan polybag. Dengan pendampingan tim pengabdian, siswa terlibat langsung menyiapkan media tanam, menanam bibit, hingga melakukan penyiraman.

Keterlibatan langsung tersebut membuat suasana kegiatan berlangsung interaktif. Siswa tidak hanya memperoleh materi secara teori, tetapi juga berkesempatan mencoba sendiri tahapan dasar budidaya tanaman.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada pemahaman bahwa aktivitas bercocok tanam tidak selalu membutuhkan lahan luas. Sistem hidroponik DFT dapat menjadi alternatif untuk lingkungan dengan keterbatasan ruang, sedangkan polybag menawarkan teknik budidaya yang relatif sederhana dan mudah diterapkan di sekolah.

Sebagai bagian dari kegiatan, UNSRI turut menyerahkan instalasi hidroponik DFT dan sarana budidaya polybag kepada SD IT Robbani Ogan Ilir. Fasilitas tersebut dijadikan model percontohan kebun sekolah yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh warga sekolah.

Kebun sekolah itu nantinya dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran. Guru dapat mengintegrasikan kegiatan bercocok tanam dengan materi pembelajaran, sementara siswa dapat dilibatkan dalam aktivitas seperti menanam, menyiram, mengamati perkembangan tanaman hingga memanen hasilnya.

Selain mengenalkan teknologi sederhana di bidang pertanian, program tersebut menjadi bentuk implementasi peran perguruan tinggi dalam mentransfer pengetahuan kepada masyarakat. Ilmu yang diperoleh melalui pendidikan dan penelitian di lingkungan kampus diupayakan dapat memberikan manfaat secara langsung.

Share

Sriwijaya University Logo
LPPM

Universitas Sriwijaya

Institute for Research and Community Service Universitas Sriwijaya

Quick Links

More Links

Follow Us

Contact information is not available yet

© 2026 LPPM Sriwijaya University. All rights reserved.