UNSRI Dorong Kebun Tebu Rengas I Menjadi Agrowisata Berbasis Masyarakat
Universitas Sriwijaya (UNSRI) mendorong pengembangan kebun tebu rakyat dan embung di Desa Rengas I, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, menjadi kawasan agrowisata yang dikelola dengan melibatkan masyarakat setempat. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Manajemen dan Pengembangan Usaha Agrowisata Tebu Rakyat Berbasis Komunitas di Desa Rengas I Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir” yang dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Ir. Yulian Junaidi, M.Si., dengan anggota tim yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Sriati, M.S., Dr. Yunita, S.P., M.Si., Dr. Elly Rosana, S.P., M.Si., Utan Sahiro Ritonga, S.P., M.Sc., dan Trissa Silvian, S.P., M.Si. Pelaksanaan program juga melibatkan lima mahasiswa UNSRI.
Desa Rengas I memiliki potensi perkebunan tebu rakyat dengan luas sekitar 10 hektare yang dikelola secara kolektif. Di sekitar kawasan perkebunan tersebut terdapat embung yang telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi pengembangan agrowisata. Keberadaan kebun tebu, embung, serta kegiatan pertanian di sekitarnya dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka alternatif sumber penghasilan bagi masyarakat.
Dalam pengembangan kawasan tersebut, Kelompok Tani Sejahtera Bersama berperan sebagai kelompok utama yang menggerakkan pengelolaan agrowisata. Oleh karena itu, tim UNSRI memperkenalkan konsep 3A, yaitu Attraction, Accessibility, dan Amenities, sebagai dasar perencanaan dan pengembangan kawasan wisata.
Aspek Attraction diarahkan pada pemanfaatan kebun tebu dan embung sebagai daya tarik utama bagi pengunjung. Selanjutnya, aspek Accessibility berkaitan dengan peningkatan kemudahan akses menuju kawasan serta penyediaan informasi melalui media digital. Sementara itu, aspek Amenities mencakup pengembangan pelayanan dan fasilitas pendukung yang diperlukan untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan.
Selain pengembangan potensi wisata, program ini juga memberikan perhatian terhadap penguatan manajemen dan modal sosial kelompok tani. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kepercayaan antaranggota, partisipasi dalam kegiatan kelompok, pembagian tanggung jawab, serta penyusunan aturan yang disepakati bersama.
Tim UNSRI turut mendampingi kelompok tani dalam menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan agrowisata dan merancang rencana pengembangan usaha berdasarkan konsep 3A. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu kelompok tani memiliki pedoman pengelolaan yang lebih terarah dan mampu menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan.
Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam proses pengembangan kawasan. Masyarakat dilibatkan dalam mengidentifikasi potensi daya tarik wisata, menyusun perencanaan kawasan, hingga mengembangkan promosi sederhana melalui media digital.
Melalui kegiatan tersebut, UNSRI berharap kelembagaan petani, khususnya Kelompok Tani Sejahtera Bersama, semakin kuat dan mampu mengelola potensi desa secara mandiri. Pengembangan agrowisata juga diharapkan dapat menjadi alternatif sumber pendapatan baru bagi masyarakat Desa Rengas I sekaligus mendukung pemanfaatan potensi pertanian dan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pengabdian Berbasis Masyarakat Universitas Sriwijaya Tahun 2026. Pelaksanaannya didasarkan pada Kontrak Nomor 0215.128/UN9.LPPM/SB3.ADM/2026. Tim pelaksana menyampaikan apresiasi kepada Universitas Sriwijaya melalui LPPM UNSRI atas dukungan yang diberikan sehingga program tersebut dapat terlaksana.
Latest News
Tim PKM Unsri Lakukan Pendampingan ke UMKM Jumputan Desa Ulak Bedil
Unsri Edukasi Masyarakat Desa Tanjung Enim dan Kembangkan Aplikasi EDUMAL untuk Dukung Eliminasi Malaria
Universitas Sriwijaya melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, pada 2024 untuk mendukung eliminasi malaria di Sumatera Selatan. Program ini mencakup edukasi kesehatan, pelatihan pencegahan dan pengendalian malaria, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan aplikasi mobile EDUMAL sebagai sarana edukasi. Kegiatan melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan sebagai mitra.
