Skip to main content
UNSRI Dorong UNSRIPARA Menjadi Varietas Padi Rawa Tahan Genangan dan Kekeringan

Penelitian

UNSRI Dorong UNSRIPARA Menjadi Varietas Padi Rawa Tahan Genangan dan Kekeringan

LPPM UNSRI

Universitas Sriwijaya (UNSRI) terus mendorong hasil riset pemuliaan tanaman menuju tahap hilirisasi melalui pengembangan UNSRIPARA atau Universitas Sriwijaya Padi Rawa. Varietas calon padi tersebut dirancang untuk beradaptasi dengan karakter lahan rawa, terutama menghadapi kondisi tergenang dan kekeringan pada fase pertumbuhan yang berbeda.

Langkah menuju pendaftaran varietas diperkuat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendaftaran Varietas Padi UNSRIPARA yang digelar Tim Peneliti Padi Fakultas Pertanian UNSRI, Senin (21/9).

Kegiatan juga diikuti para Ketua Program Studi di lingkungan Fakultas Pertanian UNSRI. Kehadiran pimpinan program studi dinilai penting untuk memperkuat pemahaman mengenai hilirisasi hasil penelitian, terutama yang berkaitan dengan pemuliaan tanaman dan pengembangan varietas unggul.

Selain unsur akademik, Bimtek turut melibatkan PT Padi Indonesia Maju Palembang yang menjadi mitra dalam penelitian UNSRIPARA. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung kesinambungan riset sekaligus membuka jalan bagi penerapan hasil inovasi UNSRI secara lebih luas.

Memahami Tahapan Pendaftaran Varietas

Dalam sesi awal, tim PVTPP menjelaskan sejumlah aspek regulasi yang perlu dipahami peneliti sebelum mengajukan varietas hasil pemuliaan. Salah satu poin yang dibahas adalah perbedaan antara pendaftaran varietas, pelepasan varietas dan perlindungan varietas.

Pendaftaran varietas pada dasarnya berkaitan dengan pendataan varietas tanaman. Sementara itu, pelepasan varietas berkaitan dengan varietas yang dipersiapkan untuk diedarkan maupun dikomersialkan.

Tim PVTPP juga menguraikan tahapan pengajuan pendaftaran, termasuk penyampaian formulir, deskripsi varietas, informasi mengenai skema pemuliaan, serta dokumentasi pendukung. Setelah dokumen diajukan, dilakukan verifikasi terhadap aspek administrasi dan teknis.

Dalam pemaparan tersebut disebutkan bahwa verifikasi administrasi dan teknis memiliki batas waktu maksimal 17 hari kerja

Share

Sriwijaya University Logo
LPPM

Universitas Sriwijaya

Institute for Research and Community Service Universitas Sriwijaya

Quick Links

More Links

Follow Us

Contact information is not available yet

© 2026 LPPM Sriwijaya University. All rights reserved.