Unsri Latih Peternak Sungai Rebo Manfaatkan Ampas Tahu Fermentasi sebagai Pakan Alternatif Itik Petelur
Tim dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, pada 6 November 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan produktivitas ternak itik petelur melalui pemanfaatan ampas tahu fermentasi sebagai alternatif pakan.
Program bertema “Peningkatan Produktivitas Ternak Itik Petelur melalui Pemanfaatan Ampas Tahu Fermentasi sebagai Pakan Alternatif” tersebut dipimpin oleh Dwi Wulan Sari, S.P., M.Si., Ph.D. Adapun anggota tim terdiri atas Ir. Arfan Abrar, S.Pt., M.Si., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., Dr. Ir. Yulian Junaidi, S.P., M.Si., Dr. Elly Rosana, S.P., M.Si., Henny Malini, S.P., M.Si., dan Maulidia Tri Yuliani, S.P., M.Si.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan, Riset, dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini dilaksanakan berdasarkan Kontrak Pengabdian Nomor 0024.146/UN9/SB3.LPPM.PM/2025.
Pelatihan tersebut melibatkan para peternak itik di Desa Sungai Rebo. Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan ampas tahu, yaitu limbah hasil industri pengolahan tahu yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, sebagai bahan pakan alternatif melalui proses fermentasi sederhana.
Ketua tim, Dr. Dwi Wulan Sari, menjelaskan bahwa ampas tahu fermentasi berpotensi menjadi solusi bagi peternak yang selama ini menghadapi tingginya harga pakan komersial. Sementara itu, anggota tim sekaligus pakar bidang peternakan, Ir. Arfan Abrar, S.Pt., M.Si., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., menyampaikan bahwa ampas tahu memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Melalui proses fermentasi yang tepat, nilai nutrisinya dapat ditingkatkan sehingga berpotensi mengurangi biaya pakan tanpa mengorbankan hasil produksi telur.
Tidak hanya memperoleh materi secara teori, para peserta juga mengikuti praktik langsung yang mencakup proses fermentasi ampas tahu, pencampuran bahan pakan, serta penyusunan ransum yang seimbang untuk itik petelur. Selain itu, tim pengabdian memberikan pengetahuan mengenai pemeliharaan sanitasi kandang dan pencatatan hasil produksi untuk mendukung pengelolaan peternakan yang lebih efisien.
Salah seorang peserta, Abdul Patih, menyambut baik pelatihan tersebut karena memberikan pengetahuan baru dalam penyediaan pakan ternak secara mandiri. Sebelumnya, para peternak lebih banyak mengandalkan pakan siap pakai yang harganya relatif mahal. Setelah mengikuti kegiatan, mereka memperoleh pemahaman mengenai cara mengolah bahan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi pakan alternatif sehingga dapat membantu menghemat pengeluaran.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Unsri dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui penerapan inovasi yang memanfaatkan sumber daya lokal. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, peternak di Desa Sungai Rebo diharapkan mampu mengembangkan usaha peternakan yang lebih mandiri, efisien, dan produktif.
Dr. Elly Rosana selaku anggota tim pengabdian berharap materi dan keterampilan yang diberikan tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga diterapkan secara langsung dalam kegiatan peternakan sehari-hari. Menurutnya, kemampuan peternak dalam memproduksi pakan secara mandiri dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha, terutama ketika terjadi perubahan harga pakan di pasaran.
Latest News
Upacara Peringatan Dies Natalis ke-66 Universitas Sriwijaya
Tim PKM Unsri Lakukan Pendampingan ke UMKM Jumputan Desa Ulak Bedil
Unsri Edukasi Masyarakat Desa Tanjung Enim dan Kembangkan Aplikasi EDUMAL untuk Dukung Eliminasi Malaria
Universitas Sriwijaya melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, pada 2024 untuk mendukung eliminasi malaria di Sumatera Selatan. Program ini mencakup edukasi kesehatan, pelatihan pencegahan dan pengendalian malaria, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan aplikasi mobile EDUMAL sebagai sarana edukasi. Kegiatan melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan sebagai mitra.
