Dosen Pendidikan Matematika FKIP Unsri Dampingi Guru SMP di PALI Menyusun Instrumen Evaluasi Pembelajaran
Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), tim dosen Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bagi guru matematika di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kegiatan yang berfokus pada penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran tersebut dilaksanakan pada Selasa, 6 Agustus 2024, di SMP Negeri 1 Talang Ubi.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Kabupaten PALI sebagai mitra. Sejumlah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika jenjang S1 dan S2 Unsri turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. SMP Negeri 1 Talang Ubi juga memberikan dukungan dengan menjadi tuan rumah pelaksanaan pelatihan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas Pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, Dinas Pendidikan diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Irwan Fauzi, S.Pd., M.Pd., yang didampingi Kepala Seksi Kurikulum dan Kegiatan, Yeni Kurnia, S.Pd., M.Si.
Tim PkM Unsri yang bertugas menyampaikan materi terdiri atas Dr. Budi Mulyono, S.Pd., M.Sc., Dr. Hapizah, S.Pd., M.T., dan Rodi Edi, S.Pd., M.Si. Mereka didukung oleh mahasiswa S2 Pendidikan Matematika, yaitu Regita Dwi Jayanti, S.Pd., Supratik, S.Pd., Ayu Lestari, S.Pd., dan Echa Alda Melinia, S.Pd. Sementara itu, mahasiswa S1 yang terlibat adalah Azzahra Indah Safitri D., Amriyatu Thoyibah, Bellinda Ulviana, dan Dwi Pebri Yanti.
Dalam sambutannya, Irwan Fauzi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena dinilai bermanfaat dalam mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran, khususnya kemampuan guru dalam menyusun instrumen evaluasi.
Setelah pembukaan, pelatihan diawali dengan penyampaian materi oleh Dr. Budi Mulyono. Ia menjelaskan pentingnya pemahaman terhadap instrumen evaluasi sebagai perangkat untuk mengukur keberhasilan proses pengajaran di kelas. Ia juga berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan oleh para guru dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Hapizah mengenai penerapan Computational Thinking atau berpikir komputasional dalam pembelajaran matematika. Selama pelatihan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme melalui keterlibatan aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab.
Setelah sesi tatap muka, kegiatan direncanakan berlanjut melalui pendampingan secara daring. Pada tahap tersebut, peserta akan mempresentasikan hasil pekerjaan mereka untuk dibahas bersama narasumber dan peserta lainnya. Diskusi dan pemberian masukan diharapkan dapat membantu menyempurnakan instrumen evaluasi yang telah disusun.
Sebagai luaran kegiatan, tim PkM menargetkan publikasi artikel pada jurnal pengabdian kepada masyarakat. Program ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi guru matematika sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten PALI melalui kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan.
Berita Terbaru
Ketua dan Sekretais LPPM hadir dalam Upaca Peringatan DIES NATALIS ke 66
Menelusuri Jejak Peradaban Megalitik Pasemah, 67 Mahasiswa Unsri Gelar Riset di Pagaralam
Sebanyak 67 mahasiswa dan 4 dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unsri menggelar Studi Proyek dan Riset pada 31 Oktober–1 November 2026 di Pagaralam. Kegiatan ini mengkaji peradaban megalitik Pasemah di Situs Tebing Tinggi, Belumai, dan Tegur Wangi bersama narasumber Mario Andramartik. Didukung Koordinator Prodi Dr. Hudaidah, M.Pd., hasil riset dikembangkan menjadi media pembelajaran sejarah berbasis teknologi digital guna mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Unsri Luncurkan Living Lab Bioenergi Ganesha, Olah Limbah Kelapa dan Sekam Padi Jadi Sumber Ekonomi Desa
Tim Universitas Sriwijaya (Unsri) meluncurkan program Bioenergi Ganesha (Living Lab Bioenergi) di Desa Ganesha Mukti, Muara Sugihan, Banyuasin, pada Senin, 26 Oktober 2026. Program yang diketuai Mulyadi ini menerapkan konsep zero waste untuk mengolah limbah pertanian seperti tempurung kelapa, sabut, dan sekam padi. Melalui teknologi mesin cocopeat, pirolisis, briket, dan granul, limbah diubah menjadi energi serta produk biochar dan pupuk bernilai ekonomi bagi desa.
