Langsung ke konten utama
Dukung Program P5, Dosen FKIP Unsri Latih Siswa SMPN 45 Palembang Olah Sampah Organik Jadi Kompos

Pengabdian

Dukung Program P5, Dosen FKIP Unsri Latih Siswa SMPN 45 Palembang Olah Sampah Organik Jadi Kompos

Tim LPPM 4
SDG 44Pendidikan BerkualitasSDG 1212Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung JawabSDG 1313Penanganan Perubahan IklimSDG 1717Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Kembali ke Berita0 kali dibaca

Dua dosen Program Studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri), yakni Dr. Evy Ratna Kartika Waty, M.Pd., Ph.D. dan Shomedran, S.Pd., M.Pd., menjadi narasumber dalam kegiatan penyuluhan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos di SMP Negeri 45 Palembang pada Selasa, 25 Oktober 2022.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang digagas oleh SMPN 45 Palembang. Pelatihan ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari 74 siswa dan 6 guru pembimbing.

Kepala SMPN 45 Palembang, Sudarmi, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memfasilitasi pembelajaran lintas disiplin ilmu agar siswa mampu mengamati dan merumuskan solusi atas permasalahan lingkungan di sekitar mereka. Sebagai tindak lanjut penyuluhan, para siswa akan mempraktikkan langsung pembuatan pupuk kompos dari limbah organik, yang hasilnya direncanakan untuk dipamerkan serta dipasarkan.

Dalam pemaparannya, Shomedran, S.Pd., M.Pd. menekankan pentingnya edukasi lingkungan sejak dini untuk membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan sekaligus membekali mereka dengan keterampilan praktis mengolah limbah menjadi produk bernilai guna. Sementara itu, Dr. Evy Ratna Kartika Waty, M.Pd., Ph.D. menyoroti tingginya volume limbah akibat pola konsumsi dan rendahnya kesadaran masyarakat. Ia memaparkan berbagai metode penanganan sampah organik, seperti pembuatan kompos, pakan ternak, biogas, hingga budidaya maggot.

Bagikan

Berita Terbaru

Ketua dan Sekretais LPPM hadir dalam Upaca Peringatan DIES NATALIS ke 66
Berita

Ketua dan Sekretais LPPM hadir dalam Upaca Peringatan DIES NATALIS ke 66

SDGs
SDG 44Pendidikan BerkualitasSDG 1717Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
3
Menelusuri Jejak Peradaban Megalitik Pasemah, 67 Mahasiswa Unsri Gelar Riset di Pagaralam
Penelitian

Menelusuri Jejak Peradaban Megalitik Pasemah, 67 Mahasiswa Unsri Gelar Riset di Pagaralam

Sebanyak 67 mahasiswa dan 4 dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unsri menggelar Studi Proyek dan Riset pada 31 Oktober–1 November 2026 di Pagaralam. Kegiatan ini mengkaji peradaban megalitik Pasemah di Situs Tebing Tinggi, Belumai, dan Tegur Wangi bersama narasumber Mario Andramartik. Didukung Koordinator Prodi Dr. Hudaidah, M.Pd., hasil riset dikembangkan menjadi media pembelajaran sejarah berbasis teknologi digital guna mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).

SDGs
SDG 44Pendidikan BerkualitasSDG 1111Kota dan Permukiman yang BerkelanjutanSDG 1717Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
0
Unsri Luncurkan Living Lab Bioenergi Ganesha, Olah Limbah Kelapa dan Sekam Padi Jadi Sumber Ekonomi Desa
Pengabdian

Unsri Luncurkan Living Lab Bioenergi Ganesha, Olah Limbah Kelapa dan Sekam Padi Jadi Sumber Ekonomi Desa

Tim Universitas Sriwijaya (Unsri) meluncurkan program Bioenergi Ganesha (Living Lab Bioenergi) di Desa Ganesha Mukti, Muara Sugihan, Banyuasin, pada Senin, 26 Oktober 2026. Program yang diketuai Mulyadi ini menerapkan konsep zero waste untuk mengolah limbah pertanian seperti tempurung kelapa, sabut, dan sekam padi. Melalui teknologi mesin cocopeat, pirolisis, briket, dan granul, limbah diubah menjadi energi serta produk biochar dan pupuk bernilai ekonomi bagi desa.

SDGs
SDG 77Energi Bersih dan TerjangkauSDG 88Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan EkonomiSDG 1212Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung JawabSDG 1515Ekosistem Daratan+1
0
Logo Universitas Sriwijaya
LPPM

Universitas Sriwijaya

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya

Tautan Cepat

Tautan Lainnya

Ikuti Kami

Informasi kontak belum tersedia

© 2026 LPPM Universitas Sriwijaya. Hak cipta dilindungi.