Langsung ke konten utama
KKN di Muba, Mahasiswa Unsri Teliti Karet Muba

KKN

KKN di Muba, Mahasiswa Unsri Teliti Karet Muba

Tim LPPM 2
SDG 44Pendidikan BerkualitasSDG 88Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan EkonomiSDG 99Industri, Inovasi dan Infrastruktur
Kembali ke Berita0 kali dibaca

Sebanyak 100 Orang Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Kabupaten Musi Banyuasin untuk memenuhi mata kuliah KKN dan aspek pencapaian dalam kuliah selama beberapa semester. Kedatangan Mahasiswa yang terdiri dari berbagai jurusan dan program ilmu yang ada pada Unsri ini didampingi langsung oleh Kepala Pusat KKN Unsri Dr Ir Abu Umayah MS dan disambut langsung Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili oleh Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muba H Rusli SP MM, Rabu (12/12/2018).
“Kami ucapkan selamat datang di Musi Banyuasin, semoga dalam menjalankan KKN di Muba dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, serta kami juga menghimbau kepada adik-adik agar bisa menjaga dan menyesuaikan diri ditempat KKNnya”, ucap Rusli dalam sambutannya pada Serahterima Mahasiswa KKN Unsri Angkatan ke-90 bertempat di Auditorium Pemkab Muba.

Rusli juga menyambut baik atas ketertarikan Civitas Akademika Unsri yang akan melakukan program riset pembangunan jalan aspal bercampur karet, Pemkab Muba tidak menutup diri dan merasa terbantu dengan harapan bisa menemukan formulasi tepat campuran aspal karet sehingga harga karet terdongkrak dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
“Harga karet yang fluktuatif beberapa tahun terakhir membuat kami berinovasi untuk meningkatkan harganya dengan menggunakan karet sebagai campuran aspal dan hasilnya sangat efektif serta mendapat penghargaan dari Kementrian PU PR”, ungkapnya

Sementara itu Kepala Pusat KKN Unsri, Dr Ir Abu Umayah MS mengatakan Kuliah Kerja Nyata ini dilakukan rutin setiap tahun 2 kali diakhir masa kuliah. Untuk di Muba sendiri, ada 100 Mahasiswa yang akan ditempatkan di 6 Desa di Kecamatan Lawang Wetan selama 40 hari dengan harapan nantinya mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmunya dengan baik dan benar.
“nanti mahasiswa kami akan memfokuskan membantu petani karet disana bagaimana cara meningkatkan kualitas dan produksi karet”, katanya

Rani Mahasiswi peserta KKN dari Fakultas Pertanian mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Muba yang telah memberikan izin dan dukungan pelaksaan KKN Unsri Angkatan ke-90 di Muba.
“kami banyak ucapkan terima kasih atas tempat yang disiapkan pak Kades dan dijemput pula, kami berharap kehadiran kami disini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat”,, katanya

Bagikan

Berita Terbaru

Ketua dan Sekretais LPPM hadir dalam Upaca Peringatan DIES NATALIS ke 66
Berita

Ketua dan Sekretais LPPM hadir dalam Upaca Peringatan DIES NATALIS ke 66

SDGs
SDG 44Pendidikan BerkualitasSDG 1717Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
3
Menelusuri Jejak Peradaban Megalitik Pasemah, 67 Mahasiswa Unsri Gelar Riset di Pagaralam
Penelitian

Menelusuri Jejak Peradaban Megalitik Pasemah, 67 Mahasiswa Unsri Gelar Riset di Pagaralam

Sebanyak 67 mahasiswa dan 4 dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unsri menggelar Studi Proyek dan Riset pada 31 Oktober–1 November 2026 di Pagaralam. Kegiatan ini mengkaji peradaban megalitik Pasemah di Situs Tebing Tinggi, Belumai, dan Tegur Wangi bersama narasumber Mario Andramartik. Didukung Koordinator Prodi Dr. Hudaidah, M.Pd., hasil riset dikembangkan menjadi media pembelajaran sejarah berbasis teknologi digital guna mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).

SDGs
SDG 44Pendidikan BerkualitasSDG 1111Kota dan Permukiman yang BerkelanjutanSDG 1717Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
0
Unsri Luncurkan Living Lab Bioenergi Ganesha, Olah Limbah Kelapa dan Sekam Padi Jadi Sumber Ekonomi Desa
Pengabdian

Unsri Luncurkan Living Lab Bioenergi Ganesha, Olah Limbah Kelapa dan Sekam Padi Jadi Sumber Ekonomi Desa

Tim Universitas Sriwijaya (Unsri) meluncurkan program Bioenergi Ganesha (Living Lab Bioenergi) di Desa Ganesha Mukti, Muara Sugihan, Banyuasin, pada Senin, 26 Oktober 2026. Program yang diketuai Mulyadi ini menerapkan konsep zero waste untuk mengolah limbah pertanian seperti tempurung kelapa, sabut, dan sekam padi. Melalui teknologi mesin cocopeat, pirolisis, briket, dan granul, limbah diubah menjadi energi serta produk biochar dan pupuk bernilai ekonomi bagi desa.

SDGs
SDG 77Energi Bersih dan TerjangkauSDG 88Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan EkonomiSDG 1212Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung JawabSDG 1515Ekosistem Daratan+1
0
Logo Universitas Sriwijaya
LPPM

Universitas Sriwijaya

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya

Tautan Cepat

Tautan Lainnya

Ikuti Kami

Informasi kontak belum tersedia

© 2026 LPPM Universitas Sriwijaya. Hak cipta dilindungi.