Mahasiswa KKN Unsri ngopi bareng wali kota
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Sriwijaya ke-86 mengajak pejabat berdiskusi dalam acara kopi bareng wali kota, di Pagaralam, Senin.
Diskusi ini membicarakan mengenai pemberdayaan masyarakat dalam menggali potensi pariwisata budaya dan seni di daerah dimana bertukar pikiran dengan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) unsri, kata Asisten I Pemkot mewakili Wali Kota Pagaralam, Saidi Amrullah.
Dalam diskusi yang turut menghadirkan tokoh masyarakat, dosen, dan pejabat terkait tersebut Kepala Dinas Kota Pagaralam, Samsul Bahri Burlian, mengatakan masyarakat harus paham jika untuk menggarap dan membangun pariwisata bukan tugas pemerintah saja.
"Sudah tugas semua elemen masyarakat termasuk mahasiswa untuk membangun pariwisata Kota Pagaralam agar terus berbenah dan berkembang, sehingga bisa dikenal di kancah nasional dan internasional," katanya.
Sementara salah satu dosen Unsri yang turut hadir, Dr Suheryanto, mengatakan Universitas Sriwijaya siap melakukan kerja Sama dengan Pemkot Pagaralam untuk melakukan penelitian dan riset mengembangkan pariwisata daerah setempat.
"Kedepan mungkin akan ada kerja sama sehingga nanti dilakukan lebih lanjut untuk pengembangan pariwisata Kota Pagaralam," jelas Suheryanto
Berita Terbaru
Ketua dan Sekretais LPPM hadir dalam Upaca Peringatan DIES NATALIS ke 66
Menelusuri Jejak Peradaban Megalitik Pasemah, 67 Mahasiswa Unsri Gelar Riset di Pagaralam
Sebanyak 67 mahasiswa dan 4 dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unsri menggelar Studi Proyek dan Riset pada 31 Oktober–1 November 2026 di Pagaralam. Kegiatan ini mengkaji peradaban megalitik Pasemah di Situs Tebing Tinggi, Belumai, dan Tegur Wangi bersama narasumber Mario Andramartik. Didukung Koordinator Prodi Dr. Hudaidah, M.Pd., hasil riset dikembangkan menjadi media pembelajaran sejarah berbasis teknologi digital guna mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Unsri Luncurkan Living Lab Bioenergi Ganesha, Olah Limbah Kelapa dan Sekam Padi Jadi Sumber Ekonomi Desa
Tim Universitas Sriwijaya (Unsri) meluncurkan program Bioenergi Ganesha (Living Lab Bioenergi) di Desa Ganesha Mukti, Muara Sugihan, Banyuasin, pada Senin, 26 Oktober 2026. Program yang diketuai Mulyadi ini menerapkan konsep zero waste untuk mengolah limbah pertanian seperti tempurung kelapa, sabut, dan sekam padi. Melalui teknologi mesin cocopeat, pirolisis, briket, dan granul, limbah diubah menjadi energi serta produk biochar dan pupuk bernilai ekonomi bagi desa.
