Manfaatkan Potensi Lokal, FMIPA Unsri Latih Warga Tanjung Seteko Olah Sari Mengkudu Jadi Sabun Cair Anti Bakteri
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sriwijaya (Unsri) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai melalui DIPA Unsri. Kegiatan ini berlangsung di Dusun IV Desa Tanjung Seteko, Indralaya, Ogan Ilir, pada Selasa, 8 Oktober 2019.
Pelatihan mengusung tema "Pemanfaatan Sari Mengkudu Sebagai Anti Bakteri Untuk Pembuatan Sabun Cair" dan diikuti secara antusias oleh 30 warga setempat, termasuk ibu rumah tangga serta remaja desa. Program ini dibimbing oleh tim dosen FMIPA Unsri, salah satunya Fahma Riyanti.
Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya buah mengkudu di Desa Tanjung Seteko yang selama ini tidak dimanfaatkan dan dibiarkan membusuk menjadi sampah karena aromanya yang menyengat. Melalui kegiatan ini, tim Unsri memberikan pemahaman mengenai kandungan anti bakteri buah mengkudu, dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan sari mengkudu, serta praktik langsung memproduksi sabun cair untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Dusun IV Desa Tanjung Seteko, Damanhuri, menyampaikan apresiasi atas pelatihan yang diberikan. Menurutnya, program ini memberikan pengetahuan praktis yang bermanfaat bagi warga untuk menghemat pengeluaran rumah tangga serta mengubah persepsi warga terhadap potensi bahan alam di lingkungan sekitar.
Berita Terbaru
Ketua dan Sekretais LPPM hadir dalam Upaca Peringatan DIES NATALIS ke 66
Menelusuri Jejak Peradaban Megalitik Pasemah, 67 Mahasiswa Unsri Gelar Riset di Pagaralam
Sebanyak 67 mahasiswa dan 4 dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unsri menggelar Studi Proyek dan Riset pada 31 Oktober–1 November 2026 di Pagaralam. Kegiatan ini mengkaji peradaban megalitik Pasemah di Situs Tebing Tinggi, Belumai, dan Tegur Wangi bersama narasumber Mario Andramartik. Didukung Koordinator Prodi Dr. Hudaidah, M.Pd., hasil riset dikembangkan menjadi media pembelajaran sejarah berbasis teknologi digital guna mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Unsri Luncurkan Living Lab Bioenergi Ganesha, Olah Limbah Kelapa dan Sekam Padi Jadi Sumber Ekonomi Desa
Tim Universitas Sriwijaya (Unsri) meluncurkan program Bioenergi Ganesha (Living Lab Bioenergi) di Desa Ganesha Mukti, Muara Sugihan, Banyuasin, pada Senin, 26 Oktober 2026. Program yang diketuai Mulyadi ini menerapkan konsep zero waste untuk mengolah limbah pertanian seperti tempurung kelapa, sabut, dan sekam padi. Melalui teknologi mesin cocopeat, pirolisis, briket, dan granul, limbah diubah menjadi energi serta produk biochar dan pupuk bernilai ekonomi bagi desa.
