Tim DURIKO FT UNSRI Olah Limbah Kulit Durian dan Tempurung Kelapa Jadi Papan Komposit Ramah Lingkungan
Tim mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya (UNSRI) yang menamakan diri Tim DURIKO menorehkan prestasi nasional dengan lolos mendapatkan pendanaan riset pada ajang Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Tahun 2026. Program bertengsi yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI ini diikuti puluhan ribu peserta, di mana Tim DURIKO sukses terpilih sebagai salah satu dari 1.321 tim terbaik nasional setelah menyisihkan lebih dari 25.253 proposal.
Inovasi riset ini digagas oleh lima mahasiswa lintas program studi di Fakultas Teknik UNSRI, yaitu Muhammad Farhan (Ketua/Teknik Kimia), Aisyah Putri Cahyani (Teknik Kimia), Rotua Della Natania Br. Napitupulu (Teknik Kimia), Muhammad Alif Taufiqurrahman Husni (Teknik Mesin), serta Faturrahman Dwi Adhisatrio (Teknik Sipil). Pembimbingan riset dilakukan secara intensif oleh dosen pakar konversi biomassa Teknik Kimia UNSRI, Ir. Bazlina Dawami Afrah, S.T., M.T., M.Eng., IPM.
Riset ini dilatarbelakangi oleh tingginya ancaman deforestasi akibat ketergantungan bahan bangunan pada kayu hutan, maraknya perekat kimia berbasis minyak bumi yang tinggi emisi karbon, serta melimpahnya limbah organik kulit durian dan tempurung kelapa. Melalui proses pemanasan khusus, tim sukses mengalihkan minyak alami kulit durian menjadi bahan perekat alami ramah lingkungan. Perekat tersebut kemudian dipadukan dengan serbuk tempurung kelapa sebagai material penguat untuk menghasilkan papan komposit modern yang tangguh, kedap air, dan tahan kelembapan. Pengembangan riset selama empat bulan di Laboratorium FT UNSRI ini menjadi solusi konkret untuk menekan sampah biomassa sekaligus mengurangi deforestasi hutan.
Berita Terbaru
Ketua dan Sekretais LPPM hadir dalam Upaca Peringatan DIES NATALIS ke 66
Menelusuri Jejak Peradaban Megalitik Pasemah, 67 Mahasiswa Unsri Gelar Riset di Pagaralam
Sebanyak 67 mahasiswa dan 4 dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unsri menggelar Studi Proyek dan Riset pada 31 Oktober–1 November 2026 di Pagaralam. Kegiatan ini mengkaji peradaban megalitik Pasemah di Situs Tebing Tinggi, Belumai, dan Tegur Wangi bersama narasumber Mario Andramartik. Didukung Koordinator Prodi Dr. Hudaidah, M.Pd., hasil riset dikembangkan menjadi media pembelajaran sejarah berbasis teknologi digital guna mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Unsri Luncurkan Living Lab Bioenergi Ganesha, Olah Limbah Kelapa dan Sekam Padi Jadi Sumber Ekonomi Desa
Tim Universitas Sriwijaya (Unsri) meluncurkan program Bioenergi Ganesha (Living Lab Bioenergi) di Desa Ganesha Mukti, Muara Sugihan, Banyuasin, pada Senin, 26 Oktober 2026. Program yang diketuai Mulyadi ini menerapkan konsep zero waste untuk mengolah limbah pertanian seperti tempurung kelapa, sabut, dan sekam padi. Melalui teknologi mesin cocopeat, pirolisis, briket, dan granul, limbah diubah menjadi energi serta produk biochar dan pupuk bernilai ekonomi bagi desa.
