Langsung ke konten utama
Tim Pengabdian Unsri Latih IKM Putra Abadi Pagaralam Olah Limbah Kulit Kopi Menjadi Teh Cascara

Pengabdian

Tim Pengabdian Unsri Latih IKM Putra Abadi Pagaralam Olah Limbah Kulit Kopi Menjadi Teh Cascara

Tim LPPM 4
SDG 44Pendidikan BerkualitasSDG 88Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan EkonomiSDG 99Industri, Inovasi dan InfrastrukturSDG 1212Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung JawabSDG 1313Penanganan Perubahan Iklim
Kembali ke Berita0 kali dibaca

Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui tim pengabdian dosen menyelenggarakan pelatihan pembuatan cascara bagi Industri Kecil Menengah (IKM) Putra Abadi di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Kegiatan yang turut melibatkan mahasiswa ini bertujuan memperkenalkan pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi produk olahan berupa teh cascara yang memiliki nilai ekonomi.

Cascara merupakan produk olahan dari kulit luar buah kopi atau mesocarp yang dikenal sebagai teh kulit kopi. Produk ini memiliki bentuk menyerupai kismis kering atau kulit kacang. Dibandingkan pemanfaatan limbah kulit kopi sebelumnya, seperti kompos, pakan ternak, dan pelet, cascara dinilai memiliki potensi sebagai produk inovatif yang lebih bernilai ekonomi sekaligus mendukung pengurangan limbah pengolahan kopi.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Ir. Umi Rosidah, M.S., menjelaskan bahwa cascara memiliki karakteristik rasa pahit, kelat, dan sedikit manis, disertai aroma khas menyerupai teh herbal. Minuman tersebut juga dapat memiliki perpaduan aroma atau cita rasa buah, seperti mangga, ceri, mawar, asam jawa, dan madu pahit Bangka.

Umi menerangkan bahwa proses pengolahan kopi menjadi green bean, roasted bean, hingga ground bean atau kopi bubuk menghasilkan limbah kulit kopi dalam jumlah cukup besar. Bagian kulit luar atau pulp (mesocarp) menjadi salah satu limbah utama dari proses tersebut.

Proporsi kulit kopi yang dihasilkan dalam pengolahan mencapai sekitar 40 hingga 45 persen. Berdasarkan penjelasan Umi, potensi limbah kulit kopi dari Provinsi Sumatera Selatan diperkirakan mencapai 60.750 ton per tahun. Jumlah tersebut dinilai dapat menjadi sumber bahan baku bagi pengembangan produk olahan bernilai tambah.

Kulit kopi juga mengandung sejumlah senyawa fungsional, antara lain kafein dengan kandungan sekitar delapan kali lebih rendah dibandingkan biji kopi, serta berbagai senyawa polifenol. Senyawa tersebut meliputi flavan-3-ol, asam hidroksinamat, flavonol, antosianidin, katekin, epikatekin, rutin, tanin, dan asam ferulat. Kandungan tersebut dikaitkan dengan aktivitas antioksidan cascara dan pemanfaatannya sebagai minuman herbal.

Anggota tim pengabdian, Sugito, S.TP., M.Si., menjelaskan bahwa IKM Putra Abadi dipilih sebagai lokasi pelatihan karena memiliki posisi strategis di jalur wisata Pagaralam-Lahat. Usaha tersebut berada di Desa Suka Cita, Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan, yang juga menjadi jalur perjalanan menuju Bandara Atung Bungsu Pagaralam.

IKM Putra Abadi memiliki produk unggulan berupa kopi premium yang dipasarkan dalam bentuk kopi sangrai dan kopi bubuk. Proses pengolahan kopinya menggunakan metode natural, pengolahan basah, serta honey process.

Dengan kapasitas produksi sekitar 500 kilogram kopi per bulan, IKM tersebut menghasilkan limbah kulit kopi sekitar 150 hingga 200 kilogram setiap bulannya. Sebelum pelatihan, limbah tersebut umumnya dibuang begitu saja atau sesekali dimanfaatkan sebagai pupuk. Apabila dibiarkan di sekitar area produksi, limbah kulit kopi dapat menimbulkan bau tidak sedap akibat pembusukan.

Sugito menjelaskan bahwa kulit kopi sebenarnya dapat diolah menjadi cascara yang memiliki nilai jual. Berdasarkan harga yang dijumpai di toko daring saat kegiatan berlangsung, cascara dipasarkan dengan kisaran harga Rp100.000 hingga Rp250.000 per kilogram. Pemanfaatan limbah tersebut berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi IKM tanpa memerlukan investasi besar.

Pemilik IKM Putra Abadi, Weni, menyampaikan apresiasi atas pelatihan yang diberikan oleh tim pengabdian Unsri bersama mahasiswa. Ia mengungkapkan bahwa keinginan untuk memproduksi cascara telah ada sejak lama, tetapi belum dapat diwujudkan karena keterbatasan pengetahuan mengenai teknologi pengolahannya.

Setelah mengikuti pelatihan, Weni menyatakan bahwa pihaknya telah mampu memproduksi cascara. Ia juga menyampaikan kesiapan IKM Putra Abadi untuk menjadi produsen cascara di Sumatera Selatan.

Selain Dr. Ir. Umi Rosidah, M.S. dan Sugito, S.TP., M.Si., kegiatan ini melibatkan sejumlah dosen lainnya, yaitu Drs. Giartama, M.Pd.; Prof. Dr. Ir. Filli Pratama, M.Sc.; Dr. Ir. Nura Malahayati, M.NSc.; Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc.; Prof. Dr. Ir. Tamrin, M.Si.; Dr. rer. nat. Ir. Agus Wijaya, M.Si.; serta Dr. Budi Santoso, S.TP., M.Si.

Melalui pelatihan tersebut, tim pengabdian Unsri memperkenalkan alternatif pengolahan limbah kulit kopi menjadi produk pangan bernilai tambah. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu IKM mengoptimalkan pemanfaatan hasil samping produksi kopi, mengurangi limbah yang terbuang, serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis komoditas lokal.

Bagikan

Berita Terbaru

Ketua dan Sekretais LPPM hadir dalam Upaca Peringatan DIES NATALIS ke 66
Berita

Ketua dan Sekretais LPPM hadir dalam Upaca Peringatan DIES NATALIS ke 66

SDGs
SDG 44Pendidikan BerkualitasSDG 1717Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
3
Menelusuri Jejak Peradaban Megalitik Pasemah, 67 Mahasiswa Unsri Gelar Riset di Pagaralam
Penelitian

Menelusuri Jejak Peradaban Megalitik Pasemah, 67 Mahasiswa Unsri Gelar Riset di Pagaralam

Sebanyak 67 mahasiswa dan 4 dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unsri menggelar Studi Proyek dan Riset pada 31 Oktober–1 November 2026 di Pagaralam. Kegiatan ini mengkaji peradaban megalitik Pasemah di Situs Tebing Tinggi, Belumai, dan Tegur Wangi bersama narasumber Mario Andramartik. Didukung Koordinator Prodi Dr. Hudaidah, M.Pd., hasil riset dikembangkan menjadi media pembelajaran sejarah berbasis teknologi digital guna mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).

SDGs
SDG 44Pendidikan BerkualitasSDG 1111Kota dan Permukiman yang BerkelanjutanSDG 1717Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
0
Unsri Luncurkan Living Lab Bioenergi Ganesha, Olah Limbah Kelapa dan Sekam Padi Jadi Sumber Ekonomi Desa
Pengabdian

Unsri Luncurkan Living Lab Bioenergi Ganesha, Olah Limbah Kelapa dan Sekam Padi Jadi Sumber Ekonomi Desa

Tim Universitas Sriwijaya (Unsri) meluncurkan program Bioenergi Ganesha (Living Lab Bioenergi) di Desa Ganesha Mukti, Muara Sugihan, Banyuasin, pada Senin, 26 Oktober 2026. Program yang diketuai Mulyadi ini menerapkan konsep zero waste untuk mengolah limbah pertanian seperti tempurung kelapa, sabut, dan sekam padi. Melalui teknologi mesin cocopeat, pirolisis, briket, dan granul, limbah diubah menjadi energi serta produk biochar dan pupuk bernilai ekonomi bagi desa.

SDGs
SDG 77Energi Bersih dan TerjangkauSDG 88Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan EkonomiSDG 1212Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung JawabSDG 1515Ekosistem Daratan+1
0
Logo Universitas Sriwijaya
LPPM

Universitas Sriwijaya

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya

Tautan Cepat

Tautan Lainnya

Ikuti Kami

Informasi kontak belum tersedia

© 2026 LPPM Universitas Sriwijaya. Hak cipta dilindungi.