Tim PPM Pendidikan Fisika FKIP Unsri Latih Guru IPA Ogan Ilir Menyusun Instrumen Asesmen HOTS
Asesmen merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran. Namun, pelaksanaannya belum selalu mendapatkan perhatian yang memadai karena sebagian guru masih memandang penilaian hanya sebagai tahap akhir pembelajaran, bukan sebagai bagian yang terintegrasi dalam proses belajar maupun sebagai sarana pembelajaran itu sendiri.
Selain itu, instrumen tes yang digunakan untuk menilai kemampuan siswa masih kerap berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat rendah atau Low Order Thinking Skills (LOTS). Soal-soal yang diberikan umumnya hanya mengukur kemampuan mengingat dan cenderung bersifat sederhana. Padahal, penerapan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) serta refleksi terhadap capaian siswa Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan pentingnya pengembangan instrumen yang mampu mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Sebagai upaya menjawab kebutuhan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya bekerja sama dengan guru-guru IPA yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kabupaten Ogan Ilir menyelenggarakan pelatihan penyusunan instrumen asesmen HOTS.
Kegiatan yang merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK), Hasnan Riadi, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir. Pembukaan berlangsung pada Kamis, 14 Oktober 2021, bertempat di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Indralaya.
Dalam sambutannya, Hasnan menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir siap mendukung berbagai upaya peningkatan kompetensi guru, termasuk kemampuan menyusun instrumen asesmen HOTS. Menurutnya, asesmen HOTS perlu diintegrasikan dengan proses pembelajaran yang juga mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Ketua tim PPM, M. Yusup, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan kewajiban dosen dalam menjalankan salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pelatihan dilaksanakan selama 32 jam pelajaran (JP) dengan menggunakan pola in-on-in service training.
Pada tahap in-service training pertama, peserta memperoleh penguatan materi mengenai asesmen HOTS. Materi disampaikan oleh M. Yusup bersama Syuhendri dan Abidin Pasaribu. Kegiatan tatap muka ini diikuti oleh 22 guru IPA dari berbagai SMP di Kabupaten Ogan Ilir. Jumlah peserta dibatasi untuk mendukung penerapan protokol kesehatan, meskipun terdapat lebih banyak guru yang berminat mengikuti pelatihan. Hal tersebut disampaikan oleh Yenita selaku Ketua MGMP IPA Kabupaten Ogan Ilir.
Selanjutnya, pada tahap on-service training, para peserta mendapatkan tugas untuk menyusun instrumen asesmen HOTS secara mandiri. Proses penyusunan dilakukan secara daring dengan pendampingan melalui aplikasi WhatsApp.
Tahap terakhir dilaksanakan melalui in-service training kedua pada Kamis, 21 Oktober 2021. Dalam sesi ini, peserta mempresentasikan instrumen asesmen yang telah disusun. Dengan bimbingan para narasumber, guru-guru saling berdiskusi, memberikan masukan, serta melakukan koreksi terhadap soal yang dipresentasikan oleh peserta lainnya.
Pada penutupan kegiatan, Yenita menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim PPM Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Unsri atas pelatihan yang telah diberikan. Ia juga mengapresiasi antusiasme para guru IPA yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan serta berharap program tersebut dapat ditindaklanjuti pada bulan berikutnya.
Berita Terbaru
Ketua dan Sekretais LPPM hadir dalam Upaca Peringatan DIES NATALIS ke 66
Menelusuri Jejak Peradaban Megalitik Pasemah, 67 Mahasiswa Unsri Gelar Riset di Pagaralam
Sebanyak 67 mahasiswa dan 4 dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unsri menggelar Studi Proyek dan Riset pada 31 Oktober–1 November 2026 di Pagaralam. Kegiatan ini mengkaji peradaban megalitik Pasemah di Situs Tebing Tinggi, Belumai, dan Tegur Wangi bersama narasumber Mario Andramartik. Didukung Koordinator Prodi Dr. Hudaidah, M.Pd., hasil riset dikembangkan menjadi media pembelajaran sejarah berbasis teknologi digital guna mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Unsri Luncurkan Living Lab Bioenergi Ganesha, Olah Limbah Kelapa dan Sekam Padi Jadi Sumber Ekonomi Desa
Tim Universitas Sriwijaya (Unsri) meluncurkan program Bioenergi Ganesha (Living Lab Bioenergi) di Desa Ganesha Mukti, Muara Sugihan, Banyuasin, pada Senin, 26 Oktober 2026. Program yang diketuai Mulyadi ini menerapkan konsep zero waste untuk mengolah limbah pertanian seperti tempurung kelapa, sabut, dan sekam padi. Melalui teknologi mesin cocopeat, pirolisis, briket, dan granul, limbah diubah menjadi energi serta produk biochar dan pupuk bernilai ekonomi bagi desa.
