Unjuk Gigi di THE GSDC 2026, Unsri Pamerkan Empat Inovasi Riset Unggulan Berbasis SDGs di Tingkat Global
Universitas Sriwijaya (Unsri) menegaskan komitmen risetnya di tingkat internasional dengan berpartisipasi aktif pada pameran pendidikan Times Higher Education (THE) Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026. Ajang berskala internasional yang diikuti perguruan tinggi dari Benua Asia hingga Eropa tersebut diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 22–25 Juni 2026.
Rektor Unsri, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan tim inovator Unsri. Menurutnya, partisipasi ini menjadi panggung strategis untuk memperkenalkan reputasi akademis dan mutu riset Unsri di ranah global, sekaligus membuktikan keberadaan produk inovasi perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dunia.
Partisipasi Unsri sekaligus merespons isu krisis lingkungan yang dipaparkan oleh Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo Adypurnama Teguh Sambodo, Ph.D. Dalam pembukaan kongres, disebutkan bahwa sekitar 88 persen target Sustainable Development Goals (SDGs) di kawasan Asia-Pasifik terancam akibat perubahan iklim dan degradasi lingkungan.
Berita Terbaru
Ketua dan Sekretais LPPM hadir dalam Upaca Peringatan DIES NATALIS ke 66
Menelusuri Jejak Peradaban Megalitik Pasemah, 67 Mahasiswa Unsri Gelar Riset di Pagaralam
Sebanyak 67 mahasiswa dan 4 dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unsri menggelar Studi Proyek dan Riset pada 31 Oktober–1 November 2026 di Pagaralam. Kegiatan ini mengkaji peradaban megalitik Pasemah di Situs Tebing Tinggi, Belumai, dan Tegur Wangi bersama narasumber Mario Andramartik. Didukung Koordinator Prodi Dr. Hudaidah, M.Pd., hasil riset dikembangkan menjadi media pembelajaran sejarah berbasis teknologi digital guna mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Unsri Luncurkan Living Lab Bioenergi Ganesha, Olah Limbah Kelapa dan Sekam Padi Jadi Sumber Ekonomi Desa
Tim Universitas Sriwijaya (Unsri) meluncurkan program Bioenergi Ganesha (Living Lab Bioenergi) di Desa Ganesha Mukti, Muara Sugihan, Banyuasin, pada Senin, 26 Oktober 2026. Program yang diketuai Mulyadi ini menerapkan konsep zero waste untuk mengolah limbah pertanian seperti tempurung kelapa, sabut, dan sekam padi. Melalui teknologi mesin cocopeat, pirolisis, briket, dan granul, limbah diubah menjadi energi serta produk biochar dan pupuk bernilai ekonomi bagi desa.
