Langsung ke konten utama
Wabup Netta Apresiasi Pengabdian PGSD Unsri, Dorong Kolaborasi Pendidikan Jadi Aksi Nyata

Pengabdian

Wabup Netta Apresiasi Pengabdian PGSD Unsri, Dorong Kolaborasi Pendidikan Jadi Aksi Nyata

Tim LPPM 1
SDG 44Pendidikan BerkualitasSDG 1717Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Kembali ke Berita0 kali dibaca

Kegiatan yang turut dihadiri Korwil Diknas Banyuasin, Camat Rambutan, Plt. Sekdis Kominfo-SP Banyuasin, dan seluruh peserta pelatihan merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dasar sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan akademik, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi guru, peserta didik, sekolah, dan masyarakat. Kehadiran dosen dan mahasiswa di tengah masyarakat juga diharapkan menjadi ruang untuk berbagi ilmu, pengalaman, inovasi pembelajaran, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan pendidikan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Pelatihan, Prof. Dr. Siti Dewi Maharani, M.Pd. menyampaikan bahwa kolaborasi yang terbangun menjadi langkah awal kemitraan yang diharapkan dapat terus berkembang.

“Kolaborasi ini menjadi awal kemitraan. Mari manfaatkan kesempatan ini dengan berdiskusi, bertanya, dan saling belajar. Kita jadikan kegiatan ini sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang benar-benar berkontribusi bagi masyarakat, sehingga lahir inovasi yang memberikan dampak positif,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui lima tim dengan lima klasikal dan lima tema, sehingga diharapkan dapat memberikan pengalaman dan manfaat yang lebih luas bagi para peserta.

Senada dengan itu, Dr. Esti Susiloningsih,M.Si selaku Koordinator Prodi PGSD menegaskan bahwa kerja sama antara Universitas Sriwijaya dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin tidak boleh hanya menjadi kesepakatan formal di atas kertas, tetapi harus diwujudkan dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung.

“Ini bukan hanya kerja sama antara Unsri dan Pemerintah Banyuasin. Kerja sama ini tidak hanya tertulis di atas kertas, tetapi kami buat menjadi aksi nyata,” tegasnya.

Kegiatan PPM PGSD FKIP Unsri tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui penguatan pendidikan dasar serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Bagikan

Berita Terbaru

Ketua dan Sekretais LPPM hadir dalam Upaca Peringatan DIES NATALIS ke 66
Berita

Ketua dan Sekretais LPPM hadir dalam Upaca Peringatan DIES NATALIS ke 66

SDGs
SDG 44Pendidikan BerkualitasSDG 1717Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
3
Menelusuri Jejak Peradaban Megalitik Pasemah, 67 Mahasiswa Unsri Gelar Riset di Pagaralam
Penelitian

Menelusuri Jejak Peradaban Megalitik Pasemah, 67 Mahasiswa Unsri Gelar Riset di Pagaralam

Sebanyak 67 mahasiswa dan 4 dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unsri menggelar Studi Proyek dan Riset pada 31 Oktober–1 November 2026 di Pagaralam. Kegiatan ini mengkaji peradaban megalitik Pasemah di Situs Tebing Tinggi, Belumai, dan Tegur Wangi bersama narasumber Mario Andramartik. Didukung Koordinator Prodi Dr. Hudaidah, M.Pd., hasil riset dikembangkan menjadi media pembelajaran sejarah berbasis teknologi digital guna mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).

SDGs
SDG 44Pendidikan BerkualitasSDG 1111Kota dan Permukiman yang BerkelanjutanSDG 1717Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
0
Unsri Luncurkan Living Lab Bioenergi Ganesha, Olah Limbah Kelapa dan Sekam Padi Jadi Sumber Ekonomi Desa
Pengabdian

Unsri Luncurkan Living Lab Bioenergi Ganesha, Olah Limbah Kelapa dan Sekam Padi Jadi Sumber Ekonomi Desa

Tim Universitas Sriwijaya (Unsri) meluncurkan program Bioenergi Ganesha (Living Lab Bioenergi) di Desa Ganesha Mukti, Muara Sugihan, Banyuasin, pada Senin, 26 Oktober 2026. Program yang diketuai Mulyadi ini menerapkan konsep zero waste untuk mengolah limbah pertanian seperti tempurung kelapa, sabut, dan sekam padi. Melalui teknologi mesin cocopeat, pirolisis, briket, dan granul, limbah diubah menjadi energi serta produk biochar dan pupuk bernilai ekonomi bagi desa.

SDGs
SDG 77Energi Bersih dan TerjangkauSDG 88Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan EkonomiSDG 1212Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung JawabSDG 1515Ekosistem Daratan+1
0
Logo Universitas Sriwijaya
LPPM

Universitas Sriwijaya

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya

Tautan Cepat

Tautan Lainnya

Ikuti Kami

Informasi kontak belum tersedia

© 2026 LPPM Universitas Sriwijaya. Hak cipta dilindungi.